bytedaily
Jumat, 03 Juli 2026 - 16:34 WIB

Siklon Tropis Mekkhala Picu Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia

Redaksi 23 Juni 2026 8 views
Siklon Tropis Mekkhala Picu Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Siklon Tropis Mekkhala yang masih aktif di utara Sulawesi dilaporkan mulai menimbulkan potensi gelombang tinggi di beberapa perairan Indonesia. Menurut penjelasan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), badai tropis ini bermula dari Bibit Siklon 92W.

BMKG dalam unggahannya di Instagram pada Selasa (23/6) menyatakan bahwa siklon ini mulai terdeteksi di wilayah pemantauan TCWC Jakarta pada 19 Juni 2026 pukul 19.00 WIB, dan kemudian meningkat menjadi siklon tropis pada 20 Juni 2026 pukul 01.00 WIB.

Saat ini, siklon tropis tersebut berada di Laut Filipina, tepatnya pada koordinat 18,9 Lintang Utara dan 125,2 Bujur Timur. Lokasinya diperkirakan berjarak sekitar 1.732 kilometer di utara Tahuna.

Siklon Mekkhala dilaporkan memiliki kecepatan angin mencapai 100 knots atau sekitar 185 kilometer per jam dengan tekanan 925 hPa. Pergerakannya terpantau menuju arah barat laut dengan kecepatan 6 knots atau sekitar 10 kilometer per jam, menjauhi wilayah Indonesia.

BMKG memprediksi bahwa dalam kurun waktu 24 jam ke depan, kecepatan angin siklon ini akan mengalami penurunan menjadi 90 knots atau sekitar 166 kilometer per jam, dengan tekanan mencapai 940 hPa. Meskipun intensitasnya diprediksi menurun, Siklon Tropis Mekkhala masih berada dalam kategori empat.

Dampak dari siklon tropis ini diperkirakan berupa gelombang tinggi dengan ketinggian antara 1,25 hingga 2,5 meter. Gelombang ini berpotensi terjadi di Perairan Kepulauan Sangihe-Kepulauan Talaud, Laut Maluku, serta Samudra Pasifik di bagian utara Maluku.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.