bytedaily
Senin, 17 Agustus 2026 - 13:11 WIB

SpaceX Diprediksi Raih Pendapatan Triliunan dari Bisnis AI

Redaksi 15 Agustus 2026 6 views
SpaceX Diprediksi Raih Pendapatan Triliunan dari Bisnis AI
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, CEO SpaceX Elon Musk memproyeksikan bahwa unit bisnis kecerdasan buatan (AI) perusahaan tersebut berpotensi menghasilkan pendapatan tahunan mencapai US$500 miliar atau setara Rp8.911,5 triliun pada 2028. Proyeksi ini didasarkan pada peningkatan drastis kapasitas komputasi AI yang ditargetkan SpaceX.

SpaceX berencana untuk mencapai kapasitas komputasi AI sebesar 10 gigawatt (GW) pada akhir 2027, naik signifikan dari kapasitas 1,4 GW yang dimiliki saat ini. Musk menjelaskan bahwa dengan nilai per watt di kisaran US$30 hingga US$50, pengoperasian 10 GW AI pada akhir tahun depan dapat menghasilkan pendapatan tahunan antara US$300 miliar hingga US$500 miliar.

Dengan kurs dolar Amerika Serikat (AS) saat ini Rp17.823, proyeksi pendapatan tersebut berkisar antara Rp5.346,9 triliun hingga Rp8.911,5 triliun per tahun. Musk menegaskan bahwa AI menjadi komponen bisnis SpaceX yang semakin krusial, bahkan diprediksi akan melampaui seluruh sumber pendapatan SpaceX lainnya pada September 2026 dan terus meningkat pesat pada kuartal keempat tahun ini.

Transformasi SpaceX menuju perusahaan yang berfokus pada AI diperkirakan akan terus berlanjut dalam beberapa tahun ke depan. Musk meyakini bahwa dalam kurun waktu lima tahun, AI akan menyumbang 99 persen dari total nilai SpaceX, yang diprediksi akan mencapai angka yang sangat besar.

Sebagai bagian dari strategi ini, SpaceX telah mengakuisisi xAI, perusahaan AI yang didirikan Musk pada 2023, yang mengembangkan chatbot Grok dan mengoperasikan superkomputer Colossus. Selain itu, SpaceX juga berencana membangun kompleks manufaktur semikonduktor bernama Terafab di Texas bersama Tesla untuk memproduksi chip canggih. Jangka panjang ambisi perusahaan mencakup peluncuran satu juta satelit AI bernama "Starmind" ke orbit Bumi rendah menggunakan roket Starship, serta pembangunan pabrik di Bulan untuk pusat data luar angkasa.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.