bytedaily - Melansir laporan dari cnbc.com, pengembangan stablecoin yang dipatok pada Rupiah dinilai memiliki potensi signifikan dalam memperkuat ekosistem ekonomi digital di Indonesia. Mata uang digital yang nilainya stabil terhadap Rupiah ini dapat menjadi instrumen penting dalam memfasilitasi transaksi digital yang lebih efisien dan aman.
Stablecoin Rupiah berpotensi mendorong adopsi pembayaran digital di berbagai sektor, mulai dari e-commerce hingga remitansi. Dengan stabilitas nilai tukar yang terjamin, pengguna dapat melakukan transaksi tanpa kekhawatiran fluktuasi mata uang, yang seringkali menjadi hambatan dalam penggunaan aset kripto konvensional untuk pembayaran sehari-hari.
Selain itu, kehadiran stablecoin Rupiah diharapkan dapat meningkatkan inklusi keuangan. Masyarakat yang belum memiliki akses ke layanan perbankan tradisional dapat memanfaatkan teknologi blockchain untuk melakukan transaksi keuangan secara digital. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia dalam mengembangkan ekonomi digital nasional.
Potensi lain dari stablecoin Rupiah adalah kemampuannya untuk menarik investasi asing dan memfasilitasi perdagangan lintas batas. Dengan adanya mata uang digital yang terhubung langsung dengan Rupiah, investor internasional dapat lebih mudah berinvestasi di Indonesia, sementara pelaku usaha lokal dapat melakukan ekspor dan impor dengan biaya transaksi yang lebih rendah.