bytedaily
Minggu, 05 Juli 2026 - 09:00 WIB

Startup eSports Lucra Sports Raih Pendanaan Rp300 Miliar Berkat Strategi Pitching Unik

Redaksi 25 Mei 2026 16 views
Startup eSports Lucra Sports Raih Pendanaan Rp300 Miliar Berkat Strategi Pitching Unik
Ilustrasi visual (Sumber: techcrunch.com)

bytedaily - Dilansir dari techcrunch.com, startup eSports Lucra Sports berhasil menggalang dana sebesar $20 juta (sekitar Rp300 miliar) untuk putaran pendanaan Seri B. Keunikan strategi pitching sang CEO, Dylan Robbins, menjadi kunci keberhasilan ini, terutama dalam menarik minat investor ARK Invest yang dipimpin oleh Cathie Wood, di tengah dominasi pendanaan sektor kecerdasan buatan (AI).

ARK Invest sebelumnya sempat mengalami kerugian saat berinvestasi pada perusahaan eSports serupa, Skillz. Namun, Lucra Sports berhasil meyakinkan mereka, bahkan di saat fokus utama para investor ventura (VC) tertuju pada AI, sektor yang tidak menjadi fokus utama Lucra Sports.

Lucra Sports menawarkan layanan kompetisi game interaktif berlabel putih (white-label) sebagai program loyalitas inovatif bagi bisnis yang melayani konsumen. Alih-alih poin diskon, klien Lucra Sports menyelenggarakan turnamen online berhadiah atau mendukung taruhan antar pelanggan untuk memenangkan pertandingan. Beberapa klien mereka termasuk Five Iron Golf, Dave & Buster’s, dan Chess King.

Dylan Robbins mengungkapkan dua rahasia di balik keberhasilannya mendapatkan investor besar di tengah tantangan tersebut. Pertama, membangun relasi yang baik dengan siapa pun, karena percakapan santai bisa berujung pada peluang investasi besar. Kedua, memimpin presentasi (pitch) dengan narasi AI, meskipun perusahaan tidak secara langsung membangun model atau agen AI.

Robbins menceritakan bahwa awal mula perjalanan pendanaannya dimulai dari percakapan santai saat bermain dart di sebuah bar di New York. Ia bertemu seseorang yang ternyata bekerja di ARK Invest, yang kemudian memperkenalkannya kepada tim investasi ARK, dan menghasilkan investasi awal pada putaran Seri A.

Menjelang akhir tahun 2025, saat pendanaan ventura didominasi oleh AI, Lucra Sports yang telah menemukan ceruk pasarnya, bersiap untuk menggalang dana Seri B guna mendukung pertumbuhan dan inovasi baru, termasuk penambahan mini-game dalam layanannya. Robbins menghadapi kesulitan karena banyak VC menolak pertemuan atau menghentikan presentasi di awal ketika mengetahui fokus perusahaan bukan AI.

Menyadari hal ini, Robbins mengubah strateginya. Ia menyesuaikan presentasi dan materi promosi untuk memasukkan pembahasan AI sejak awal. Pitch yang direvisi berargumen bahwa jika AI berhasil, masyarakat akan memiliki lebih banyak waktu luang untuk bermain game bersama teman, yang akan menguntungkan bisnisnya. Sebaliknya, jika AI gagal, investasi pada perusahaan non-AI seperti Lucra Sports menjadi diversifikasi yang cerdas.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi techcrunch.com.