bytedaily - Dilansir dari techcrunch.com, startup teknologi tidur SOND yang didirikan oleh mantan Kepala Divisi Tidur Bose telah resmi keluar dari mode rahasia (stealth mode) dengan mengumumkan pendanaan sebesar $7 juta. Perusahaan yang berbasis di Boston ini memperkenalkan produk debutnya, Dreambuds, sebuah sistem in-ear loop tertutup yang dirancang untuk secara aktif meningkatkan kualitas tidur pengguna.
SOND didirikan oleh dua lulusan MIT, salah satunya adalah mantan Head of Global Sleep di Bose. Dreambuds mampu menangkap 12 sinyal fisiologis dari pemakainya, kemudian memprosesnya secara real-time untuk membantu pengguna mendapatkan tidur yang lebih baik. Pendanaan awal sebesar $7 juta berasal dari E14 Fund (dana terafiliasi MIT), Crosslink Capital, Ubiquity Ventures, Alumni Ventures, Meach Cove Capital, dan John Abele, salah satu pendiri Boston Scientific.
Perangkat ini melacak berbagai sinyal, termasuk respirasi, variabilitas denyut jantung, kopling kardiorespirasi, tahapan tidur, posisi tubuh, mendengkur, dan seismokardiografi (getaran mekanis dinding dada yang dihasilkan oleh detak jantung). Data sensor ini dikirim secara real-time ke pelatih tidur berbasis AI di cloud, yang kemudian memilih program audio tidur atau membuatnya sesuai permintaan, serta belajar dari waktu ke waktu program mana yang paling efektif untuk setiap pengguna.
Pengguna juga dapat berinteraksi langsung dengan pelatih AI dengan berbicara, meminta wawasan tidur, atau program tidur spesifik dari perpustakaan proprietary SOND yang berisi lebih dari 500 program audio. Pengguna juga memiliki opsi untuk melakukan streaming podcast melalui casing earbud jika diinginkan. Pelatih AI juga dapat membuat audio, seperti cerita tidur dengan tema tertentu, saat diminta.
CEO SOND, Yadid Ayzenberg, yang sebelumnya menjabat sebagai Head of Sleep Products di Bose dan meluncurkan Bose Sleepbuds 2, mendirikan SOND pada Februari 2022 setelah Bose memutuskan untuk keluar dari bisnis tidur. Ayzenberg melihat peluang untuk menciptakan produk baru di bidang ini. Ia menyatakan kepada TechCrunch bahwa pengalamannya yang signifikan dalam fisiologi, sensor, dan audio membuatnya merasa 'ditakdirkan' untuk melakukan ini.
Ayzenberg dan co-founder serta CTO Amir Lazarovich, yang sebelumnya merupakan manajer rekayasa perangkat lunak senior di Google, bertemu di MIT. Pertemuan awal mereka terjadi 14 tahun lalu ketika Lazarovich, yang saat itu belajar sistem terdistribusi, membutuhkan kasur dan ditawari oleh Ayzenberg. Setelah MIT, Ayzenberg mendirikan The Sync Project, yang memetakan musik ke faktor fisiologis, dan diakuisisi oleh Bose, yang mengarah pada karyanya dengan Sleepbuds generasi kedua.
Ayzenberg menambahkan bahwa pelanggan Bose seringkali menginginkan lebih dari sekadar peredam bising dari Sleepbuds; mereka juga menginginkan sensor untuk melacak dan membantu meningkatkan kualitas tidur mereka. Pada saat itu, teknologi belum memungkinkan untuk menggabungkan banyak sensor ke dalam perangkat sekecil earbud.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi techcrunch.com.