bytedaily
Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:07 WIB

Strategi Merawat Kesehatan Baterai Ponsel Android dan iPhone

Redaksi 12 Juli 2026 19 views
Strategi Merawat Kesehatan Baterai Ponsel Android dan iPhone
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, seiring dengan kenaikan harga ponsel pintar baru, banyak pengguna memilih mempertahankan perangkat lama mereka. Untuk memastikan kenyamanan penggunaan jangka panjang, menjaga kesehatan baterai menjadi krusial. Penurunan kapasitas baterai pada ponsel pintar merupakan fenomena alami yang disebabkan oleh reaksi kimia dalam sel baterai lithium-ion seiring berjalannya waktu.

Untuk memperlambat penurunan kapasitas baterai agar tidak terlalu drastis, terdapat beberapa langkah perawatan yang dapat diterapkan. Baik Google maupun Apple telah menyediakan panduan resmi mengenai cara merawat baterai perangkat mereka.

Google menyarankan pengguna perangkat Android untuk menggunakan adaptor daya yang disertakan bersama ponsel. Penggunaan charger atau adaptor lain yang tidak sesuai berpotensi menyebabkan pengisian daya yang lambat, gagal mengisi daya, atau bahkan merusak ponsel dan baterainya. Apple memiliki pandangan serupa, menganjurkan pengguna iPhone untuk menghindari penggunaan charger yang tidak bersertifikasi karena dapat berisiko mengurangi umur baterai.

Suhu ekstrem merupakan musuh utama baterai lithium. Google mengingatkan agar ponsel tidak dibiarkan dalam kondisi yang menyebabkan panas berlebih (overheat), terutama saat baterai terisi penuh. Kondisi ini dapat menguras daya baterai lebih cepat meskipun ponsel tidak sedang digunakan. Apple memberikan rekomendasi suhu ideal antara 16-22 derajat Celsius. Perusahaan tersebut menyatakan bahwa suhu lingkungan di atas 35 derajat Celsius dapat merusak kapasitas baterai secara permanen, yang berakibat pada penurunan daya tahan baterai dalam satu kali pengisian penuh. Paparan suhu panas yang berkepanjangan saat menyimpan perangkat bahkan disebut dapat menyebabkan kerusakan baterai permanen. Sebaliknya, suhu dingin ekstrem dapat memengaruhi performa baterai, namun dampaknya bersifat sementara dan performa akan kembali normal setelah suhu perangkat stabil.

Google mengklarifikasi bahwa pengguna tidak perlu melakukan 'pelatihan' baterai dengan mengosongkan daya hingga nol lalu mengisi penuh secara rutin. Sebagai alternatif, disarankan sesekali membiarkan baterai terkuras hingga di bawah 10 persen sebelum mengisi daya hingga penuh semalaman. Untuk penggunaan sehari-hari, Google merekomendasikan untuk mencabut charger saat baterai mencapai 80-90 persen. Tindakan ini bertujuan mengurangi tekanan pada sel baterai. Selain itu, disarankan untuk menghindari pengurasan daya hingga 0 persen. Tingkat daya baterai yang dianggap ideal untuk pemakaian harian adalah antara 20-80 persen.

Baik ponsel Android maupun iPhone dilengkapi dengan fitur pengisian daya cerdas (smart charging) yang mempelajari pola penggunaan harian pengguna. Fitur ini akan secara otomatis menunda pengisian daya hingga 100 persen hingga mendekati waktu perkiraan penggunaan perangkat. Khusus pada iPhone, sejak pembaruan iOS 16, sistem akan menampilkan notifikasi di layar kunci apabila proses pengisian daya sempat dijeda secara otomatis akibat kondisi suhu ekstrem. Informasi lebih rinci mengenai hal ini dapat diakses melalui menu Settings >> Battery. Apple juga mengingatkan bahwa beberapa jenis casing iPhone dapat menyebabkan panas berlebih saat proses pengisian daya, yang pada akhirnya dapat memengaruhi kapasitas baterai. Jika ponsel terasa panas saat sedang diisi daya, disarankan untuk melepas casing terlebih dahulu.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.