bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, kemacetan yang disebabkan oleh truk besar di jalan raya dapat menyebabkan frustrasi bagi pengemudi. American Transportation Research Institute (ATRI) mengidentifikasi 100 titik kemacetan truk terparah di Amerika Serikat berdasarkan data GPS truk. Laporan ini menyoroti lima lokasi utama yang mengalami hambatan lalu lintas berat, dengan Illinois, New Jersey, Georgia, dan Texas menjadi negara bagian dengan masalah terbesar.
ATRI mengumpulkan data kecepatan rata-rata di lokasi-lokasi tersebut, baik pada jam sibuk maupun di luar jam sibuk, serta menganalisis tren kemacetan dari tahun ke tahun. Informasi ini diharapkan dapat membantu pengemudi menghindari penundaan berjam-jam.
Posisi teratas ditempati oleh I-294 di Chicago, Illinois, yang sebelumnya berada di peringkat kedua. Titik kemacetan ini terjadi di persimpangan I-294 dengan I-290 dan I-88. Menurut data ATRI, kecepatan rata-rata pada jam sibuk hanya mencapai 33,1 mph (sekitar 53,3 km/jam), dan naik menjadi 42,5 mph (sekitar 68,4 km/jam) di luar jam sibuk, dengan rata-rata keseluruhan 39,5 mph (sekitar 63,6 km/jam).
Yang mengkhawatirkan, kecepatan di titik kemacetan ini justru melambat 5% dibandingkan tahun sebelumnya. Laporan tersebut mengaitkan perlambatan ini dengan pekerjaan konstruksi yang diperkirakan baru selesai pada akhir 2027.
Sementara itu, New York tidak lagi menduduki peringkat teratas. Titik kemacetan yang sebelumnya menduduki peringkat pertama, yaitu persimpangan I-95 dengan Route 4 menjelang Jembatan George Washington, kini berada di bawah Chicago. Jembatan George Washington, sebagai salah satu jembatan gantung terpanjang di Amerika, secara alami menjadi titik hambatan. Lokasi ini selalu ramai karena kepadatan penduduk New York dan aktivitas perjalanan.
Data menunjukkan kecepatan rata-rata di area Jembatan George Washington mencapai 28,2 mph (sekitar 45,4 km/jam). Kecepatan rata-rata pada jam sibuk adalah 22,1 mph (sekitar 35,6 km/jam) dan di luar jam sibuk 30,7 mph (sekitar 49,4 km/jam). Meskipun demikian, kondisi ini dilaporkan membaik 15,8% dibandingkan tahun sebelumnya.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.