bytedaily - Dilansir dari techcrunch.com, perusahaan pembuat musik berbasis kecerdasan buatan (AI), Suno, mengumumkan pada Rabu (22/5/2024) bahwa mereka berhasil mengumpulkan dana sebesar $400 juta dalam putaran pendanaan Seri D. Pendanaan ini menempatkan valuasi perusahaan pada angka $5,4 miliar.
Pencapaian ini terjadi hanya sekitar tujuh bulan setelah Suno terakhir kali mengumpulkan dana dengan valuasi $2,45 miliar. Hal ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap masa depan perusahaan meskipun tengah menghadapi tuntutan hukum.
Masalah hukum yang dihadapi Suno tidaklah kecil. Perusahaan ini mengakui bahwa mereka melatih AI-nya menggunakan lagu-lagu yang dilindungi hak cipta. Suno berargumen bahwa praktik ini diperbolehkan berdasarkan doktrin hukum "fair use" atau penggunaan wajar, yang mengizinkan penggunaan materi berhak cipta secara terbatas tanpa izin. Namun, doktrin ini sangat spesifik pada setiap kasus dan dapat bervariasi.
Pemegang hak cipta seperti Universal Music Group (UMG), Sony, dan organisasi koleksi musik Jerman GEMA terus melanjutkan tindakan hukum terhadap Suno. Sementara itu, Warner Music Group (WMG) telah mencapai kesepakatan lisensi dengan Suno pada November tahun lalu.
Ketika Sony dan UMG pertama kali menggugat Suno pada tahun 2024, mereka mengklaim bahwa Suno telah menggunakan 560 karya berhak cipta mereka untuk pelatihan AI. Angka tersebut dilaporkan telah bertambah secara signifikan. Bulan lalu, label rekaman tersebut mengajukan amandemen keluhan mereka, menuduh bahwa lebih dari 61.000 lagu tambahan digunakan untuk pelatihan AI tanpa izin.
Meskipun demikian, gugatan tersebut tampaknya tidak menghambat pertumbuhan Suno. Perusahaan ini terus berada di jajaran teratas tangga aplikasi musik di App Store. Saat Suno melakukan penggalangan dana Seri C, pengguna dilaporkan menghasilkan lebih dari 7 juta lagu setiap hari di platform tersebut, menurut dokumen yang diperoleh Billboard.
Putaran pendanaan Seri D ini dipimpin oleh Bond Capital, bersama dengan IVP, Forerunner, Union Square Ventures, Alkeon, dan Quiet. Investor yang sudah ada seperti Matrix, Lightspeed, Menlo Ventures, dan Schroders Capital juga turut berpartisipasi. Suno menyatakan "sangat senang mendapatkan partisipasi dari beberapa artis, produser, penulis lagu, dan individu terbaik dari industri musik," namun tidak menyebutkan nama secara spesifik.
Penyebutan nama investor dari industri musik akan sangat membantu dalam meredakan narasi bahwa industri musik secara keseluruhan menentang apa yang sedang dikembangkan oleh Suno.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi techcrunch.com.