bytedaily
Minggu, 05 Juli 2026 - 11:23 WIB

Tantangan Ekonomi Indonesia Dipengaruhi oleh Faktor Global

Redaksi 12 Juni 2026 12 views
Tantangan Ekonomi Indonesia Dipengaruhi oleh Faktor Global
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, pelemahan nilai tukar rupiah dan ketidakpastian dalam ekonomi global dianggap sebagai tantangan utama bagi perekonomian Indonesia saat ini. Menurut para ahli, tekanan ini lebih banyak disebabkan oleh faktor eksternal ketimbang masalah kebijakan yang ada di dalam negeri.

Ekonom dari Monash University, Hizkia Yosie Polimpung, menjelaskan bahwa banyak negara berkembang lainnya juga mengalami tekanan serupa terhadap mata uang dan ekonomi mereka. Oleh karena itu, ia berpendapat tidak adil jika semua masalah ekonomi yang terjadi saat ini sepenuhnya dipersalahkan kepada pemerintah Indonesia.

"Tekanan pada rupiah tidak bisa sepenuhnya disalahkan kepada pemerintah, karena faktor global saat ini sangat berpengaruh dan memengaruhi hampir semua mata uang di Asia," ujar Hizkia dalam Forum Ekonom Konstitusi yang diadakan di Jakarta.

Hizkia menyatakan bahwa meskipun ia tidak selalu sejalan dengan kebijakan pemerintah, setelah meninjau berbagai langkah yang diambil, ia menganggap beberapa kebijakan tersebut menunjukkan kemajuan yang positif.

"Setelah mempelajari kebijakan yang dijalankan, banyak langkah yang menurut saya cukup progresif," tambahnya.

Ia menjelaskan bahwa tantangan utama saat ini bukanlah arah kebijakan pemerintah, melainkan kesiapan struktur ekonomi nasional untuk mengimplementasikan kebijakan tersebut dengan efektif. Meskipun sejumlah program telah dirancang dengan baik, masih diperlukan dukungan dari fondasi ekonomi yang lebih kuat.

"Kebijakan yang baik belum tentu menghasilkan dampak maksimal jika fondasinya belum siap," ucap Hizkia.

Ia juga menekankan bahwa pemerintah terus berusaha mendorong pertumbuhan ekonomi melalui berbagai instrumen fiskal dan moneter. Namun, gejolak yang terjadi di ekonomi global disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk dinamika geopolitik, persaingan teknologi, dan perubahan arus modal internasional.

Hizkia juga menyoroti pentingnya peran rumah tangga dalam mendukung perekonomian nasional. Berdasarkan penelitiannya, konsumsi masyarakat merupakan pendorong utama pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara.

"Rumah tangga dan kelas menengah menjadi penyangga utama ekonomi. Selama konsumsi masyarakat tetap terjaga, pertumbuhan ekonomi akan memiliki fondasi yang kuat," ungkap Hizkia.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa kelas menengah saat ini menghadapi tantangan akibat meningkatnya biaya hidup dan ketidakpastian ekonomi global. Oleh karena itu, kebijakan pemerintah perlu terus diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat, memperkuat perlindungan ekonomi, dan mendorong penguatan sektor riil.

"Saya percaya arah kebijakan sudah benar, tantangannya adalah memastikan kebijakan tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat," tutup Hizkia.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.
Topik Terkait:
#ekonomi #rupiah #Indonesia