bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Indonesia tidak hanya menjadi konsumen produk teknologi global, namun juga menghasilkan inovasi yang dimanfaatkan oleh berbagai negara. Beberapa teknologi yang lahir dan dikembangkan di Indonesia, seperti teknik konstruksi jalan layang, pesawat terbang, sistem peringatan dini tsunami, dan sistem pembayaran digital, telah merambah pasar internasional.
Salah satu inovasi yang dikenal luas adalah Teknologi Landasan Putar Bebas Hambatan (LPBH) atau Sosrobahu. Diciptakan oleh insinyur Indonesia Tjokorda Raka Sukawati, teknik ini memungkinkan pembangunan bagian kepala tiang jalan layang tanpa mengganggu lalu lintas di bawahnya. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat bahwa teknologi Sosrobahu telah diterapkan di Indonesia serta di beberapa negara lain, termasuk Filipina, Thailand, Malaysia, dan Singapura. Di Filipina, teknologi ini bahkan digunakan untuk pembangunan jalan layang yang cukup panjang.
Selain itu, pesawat CN235 yang diproduksi oleh PT Dirgantara Indonesia (PTDI) juga telah digunakan oleh berbagai negara. Pesawat ini awalnya merupakan hasil pengembangan bersama antara PTDI (dulunya IPTN) dengan perusahaan Spanyol CASA (sekarang bagian dari Airbus Defence and Space). Pengembangan bersama dimulai pada tahun 1980 melalui perusahaan patungan Aircraft Technology atau Airtech. PTDI kini menjadi satu-satunya produsen CN235. Varian CN235-220 dilaporkan telah beroperasi di Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, Burkina Faso, Pakistan, Senegal, dan Nepal, dengan berbagai konfigurasi untuk misi transportasi militer dan patroli maritim.
Indonesia juga berkontribusi pada sistem keamanan global melalui Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS). Sistem peringatan dini tsunami yang dioperasikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) ini tidak hanya vital bagi mitigasi tsunami di Indonesia, tetapi juga menjadi rujukan bagi negara-negara di kawasan Samudra Hindia. BMKG berperan sebagai Tsunami Service Provider (TSP) untuk kawasan tersebut bersama Australia dan India, menyediakan informasi peringatan dini tsunami bagi 28 negara. Sistem ini diklaim mampu mengeluarkan parameter gempa dalam waktu 30 hingga 60 detik dan peringatan dini tsunami dalam waktu kurang dari tiga menit.