bytedaily
Senin, 17 Agustus 2026 - 10:32 WIB

Teknologi Buatan Indonesia yang Telah Diadopsi Mancanegara

Redaksi 17 Agustus 2026 4 views
Teknologi Buatan Indonesia yang Telah Diadopsi Mancanegara
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Indonesia ternyata memiliki sejumlah teknologi inovatif yang tidak hanya dimanfaatkan di dalam negeri, tetapi juga telah diadopsi oleh berbagai negara lain, membantah anggapan bahwa masyarakat Indonesia hanya sebagai konsumen teknologi.

Beberapa inovasi unggulan yang lahir dan dikembangkan di Indonesia, seperti teknik konstruksi jalan layang, pesawat terbang, sistem peringatan dini tsunami, dan sistem pembayaran digital, kini telah banyak digunakan di kancah internasional.

Salah satu teknologi yang turut dipakai dunia adalah Landasan Putar Bebas Hambatan (LPBH) atau Sosrobahu. Inovasi konstruksi yang diciptakan oleh insinyur Indonesia, Tjokorda Raka Sukawati, ini memungkinkan pembangunan bagian kepala tiang atau pier head jalan layang tanpa mengganggu lalu lintas di bawahnya secara signifikan. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat bahwa teknologi Sosrobahu telah diterapkan tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di Filipina, Thailand, Malaysia, dan Singapura, bahkan digunakan dalam pembangunan jalan layang terpanjang di Filipina.

Selain itu, pesawat CN235 yang diproduksi oleh PT Dirgantara Indonesia (PTDI) juga telah menembus pasar global. Awalnya, pesawat ini merupakan hasil kolaborasi antara PTDI (dahulu IPTN) dengan perusahaan Spanyol CASA (kini bagian dari Airbus Defence and Space) melalui perusahaan patungan Airtech yang dibentuk pada 17 Oktober 1979. Setelah pengembangan bersama yang dimulai pada 1980, produksi serial CN235 dimulai pada 1986. Kini, PTDI menjadi produsen tunggal CN235, dan varian CN235-220 telah beroperasi di Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, Burkina Faso, Pakistan, Senegal, dan Nepal untuk berbagai konfigurasi, termasuk transportasi militer dan patroli maritim.

Sistem peringatan dini tsunami Indonesia, Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) yang dioperasikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), juga memainkan peran penting di tingkat regional. BMKG bertindak sebagai Tsunami Service Provider (TSP) untuk kawasan Samudra Hindia bersama Australia dan India, menyediakan informasi peringatan dini tsunami bagi 28 negara. Sistem ini mampu merilis parameter gempa dalam waktu 30 hingga 60 detik dan mengeluarkan peringatan dini tsunami dalam waktu kurang dari tiga menit, menjadikannya sumber informasi krusial bagi negara-negara di kawasan Samudra Hindia.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.