bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi panggung bagi para pesepak bola dari 48 negara, tetapi juga akan menampilkan berbagai inovasi teknologi terkini. Turnamen yang diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini diproyeksikan menjadi ajang olahraga dengan ambisi teknologi terbesar, mengintegrasikan sistem digital terdepan mulai dari perangkat di lapangan hingga infrastruktur keamanan.
Salah satu contoh penerapan teknologi mutakhir terlihat pada laga antara Swedia dan Tunisia. Gol yang dicetak Mattias Svanberg sempat dibatalkan karena dianggap offside. Namun, setelah peninjauan oleh tim VAR yang menggunakan sensor canggih pada bola pintar, keputusan tersebut diubah. Data dari sensor pada bola menunjukkan adanya sentuhan tipis dari Alexander Isak yang membuat Svanberg berada dalam posisi onside.
Bola resmi Piala Dunia 2026, Adidas Trionda, dibekali chip khusus dan teknologi sensor gelombang untuk mendeteksi kontak sekecil apapun. Di dalam salah satu panel bola terdapat sensor Inertial Measurement Unit (IMU) yang mampu mendeteksi akselerasi, putaran, dan setiap peristiwa kontak pada bola dengan kecepatan 500 pembacaan per detik.
Teknologi penting lainnya adalah Advanced Semi-Automated Offside Technology (SAOT). Sistem ini menggunakan kamera berkecepatan tinggi, data sensor bola, dan kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi posisi offside secara lebih cepat dan akurat, sekaligus mengurangi risiko cedera pemain. SAOT didukung oleh pemindaian 3D untuk membuat avatar pemain dan 16 kamera pelacak optik per stadion yang menghasilkan jutaan titik data per pertandingan.
Untuk memastikan kesetaraan teknologi, FIFA menyediakan platform Football AI Pro yang dibangun di atas infrastruktur Lenovo AI Factory untuk semua 48 tim peserta. Asisten AI generatif ini dilatih dengan jutaan data dan ribuan metrik spesifik sepak bola, memberikan analisis taktis dan data performa fisik yang mendalam bagi semua tim, baik yang baru debut maupun tim besar.
Selain itu, para pemain akan menerima aplikasi khusus yang menyediakan akses ke data pasca-pertandingan yang komprehensif, termasuk metrik performa fisik dan data peristiwa. Wasit yang bertugas di lapangan juga akan dilengkapi dengan kamera tubuh (body cam).