bytedaily - Tiga investor modal ventura terkemuka, Niko Bonatsos dari Verdict Capital, Andreas Stavropoulos dari Threshold Ventures, dan Ben Blume dari Atomico, membagikan pandangan mereka mengenai kondisi investasi ventura saat ini, gelombang IPO mega yang akan datang, serta peluang di masa depan. Pembahasan ini dilakukan dalam acara TechCrunch di Athena, Yunani.
Menanggapi potensi IPO SpaceX dengan valuasi yang dilaporkan mencapai $1,75 triliun, serta perusahaan AI seperti OpenAI dan Anthropic, Stavropoulos mengenang kembali euforia IPO Google pada awal tahun 2000-an. Menurutnya, IPO besar seperti Google kala itu menjadi pemicu yang membuka kembali pasar yang pesimis terhadap teknologi dan menarik generasi baru wirausahawan. Ia melihat fenomena serupa terjadi saat ini, di mana setiap pergeseran paradigma teknologi membawa skala yang jauh lebih besar.
Ben Blume menambahkan bahwa perusahaan-perusahaan besar yang melakukan IPO akan menghasilkan kekayaan dan keuntungan yang kemudian kembali mengalir ke generasi perusahaan berikutnya. Sementara itu, Niko Bonatsos menyinggung potensi akuisisi Cursor oleh Elon Musk senilai $60 miliar, yang menunjukkan peluang bagi perusahaan-perusahaan baru. Ia menekankan bahwa para pendiri imigran seringkali memiliki impian besar dan ketekunan untuk mencapai kesuksesan, seperti yang dicontohkan oleh Elon Musk sendiri.
Mengenai kekhawatiran bahwa IPO SpaceX dapat menyerap terlalu banyak modal publik sehingga merugikan perusahaan lain, Stavropoulos berpendapat bahwa hal tersebut dapat dilihat dari dua sisi. Ia meyakini bahwa perusahaan sebesar SpaceX justru akan menarik lebih banyak partisipan ke pasar dalam jangka panjang, dibandingkan dampak jangka pendek penyerapan likuiditas. Ia membandingkannya dengan peningkatan keterlibatan konsumen dalam pasar keuangan selama 30 tahun terakhir.
Blume menambahkan bahwa SpaceX merupakan perusahaan yang unik, yang membuka akses finansial bagi investor ke domain antariksa yang sebelumnya didominasi sektor publik. Meskipun ia mengakui kemungkinan adanya pergeseran alokasi dana jangka panjang dari investasi lain ke IPO SpaceX, ia percaya bahwa minat yang dihasilkan akan lebih dari cukup untuk mengimbanginya.
Ketika ditanya apakah banjir modal ke sektor AI saat ini dibenarkan oleh potensi pendapatan di masa depan atau hanya karena ketakutan akan ketinggalan (FOMO), Bonatsos menyatakan bahwa para pendiri dan perusahaan AI yang inovatif saat ini dapat berkembang pesat.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi techcrunch.com.