bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, klaim bahwa Partai Republik tidak membenci kendaraan listrik (EV) melainkan hanya ingin 'meratakan lapangan bermain' untuk konsumen Amerika dipertanyakan. Argumen ini muncul di tengah meningkatnya perdebatan mengenai kebijakan energi dan kendaraan di Amerika Serikat.
Menurut laporan tersebut, tidak ada mandat kendaraan listrik yang dihapuskan oleh Partai Republik karena pemerintahan Biden sendiri tidak pernah mengeluarkan mandat semacam itu. Aturan akhir EPA mengenai Standar Emisi Multi-Polutan untuk Kendaraan Ringan dan Sedang Model Tahun 2027 ke Atas tidak berisi ketentuan yang melarang mobil berbahan bakar bensin atau mewajibkan pembelian EV di masa mendatang. Keberadaan narasi tentang penghapusan mandat EV yang tidak pernah ada ini dianggap sebagai argumen yang disampaikan dengan niat buruk.
Artikel ini menekankan bahwa pembakaran bensin untuk menggerakkan kendaraan menghasilkan polusi yang berdampak pada kesehatan manusia, menyebabkan masalah kardiovaskular dan pernapasan. Untuk mengurangi dampak negatif ini, pemerintahan Biden melalui EPA telah menetapkan target emisi yang lebih rendah untuk mobil baru. Untuk mencapai target tersebut, produsen mobil kemungkinan perlu menawarkan lebih banyak kendaraan hibrida dan EV, meskipun aturan akhir tersebut memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk memilih cara membersihkan emisi mereka secara keseluruhan.
Lebih lanjut, narasi bahwa Partai Republik 'meratakan lapangan bermain' karena menentang subsidi dan tidak ingin memberikan keuntungan bagi EV juga dibantah. Laporan tersebut menyatakan bahwa Partai Republik modern justru menyukai subsidi, namun tidak ingin teknologi baru mengancam sektor minyak dan gas yang menjadi favorit mereka untuk disubsidi. Contohnya, pemerintahan Trump dikabarkan memberikan subsidi baru sebesar 40 miliar dolar AS kepada industri minyak dan gas, yang merupakan tambahan dari 30,8 miliar dolar AS yang sudah diterima industri tersebut.
Kesimpulannya, jalopnik.com berpendapat bahwa Partai Republik modern identik dengan industri minyak dan gas, dan klaim mereka tentang 'meratakan lapangan bermain' terkait EV dianggap tidak konsisten dengan dukungan mereka terhadap industri bahan bakar fosil melalui subsidi.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.