bytedaily - Dilansir dari Reuters, Uber dilaporkan telah menggelontorkan dana hampir setengah miliar dolar untuk startup mobil otonom Nuro. Investasi besar ini merupakan bagian dari upaya perusahaan layanan berbagi tumpangan tersebut untuk mengembangkan robotaxi komersial.
Industri mobil otonom, setelah beberapa kali mengalami hambatan, kini kembali mempercepat pengembangan, pengujian, dan penerapan komersial awal. Perusahaan-perusahaan seperti Tesla, Waymo (milik Alphabet), dan Zoox (milik Amazon) memimpin dalam upaya ini.
Uber sendiri telah memposisikan diri sebagai platform bagi industri yang masih berkembang ini. Perusahaan telah menjalin kemitraan dengan berbagai perusahaan kendaraan otonom, termasuk raksasa teknologi Tiongkok Baidu, produsen kendaraan listrik AS Rivian, dan startup Inggris Wayve. Uber juga bekerja sama dengan Waymo di beberapa kota di Amerika Serikat.
Salah satu komitmen Uber adalah kemitraan tiga arah dengan Nuro dan perusahaan kendaraan listrik Lucid. Kemitraan ini bertujuan untuk meluncurkan 35.000 robotaxi yang akan menggunakan SUV Gravity dan kendaraan ukuran sedang mendatang dari Lucid, teknologi dari Nuro, serta platform Uber.
Sebelumnya, model bisnis perusahaan berbagi tumpangan banyak berfokus pada penyelesaian masalah otonomi. Uber dan Lyft pernah menghabiskan dana investor untuk menekan tarif taksi tradisional dengan harapan bahwa teknologi otonom akan menghilangkan biaya personel di masa depan.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.