bytedaily - Dilansir dari techcrunch.com, seorang penguji menjajal perangkat AI terbaru dari Bee, sebuah gawai pergelangan tangan yang diakuisisi Amazon tahun lalu dan kini telah diperbarui dengan berbagai fitur baru. Perangkat ini dirancang sebagai asisten pribadi yang dapat merekam, mentranskripsi, dan merangkum percakapan pengguna sepanjang hari, memberikan kemampuan pencatatan berkelanjutan yang berguna bagi mereka yang pelupa atau ingin lebih terorganisir.
Bee dapat disinkronkan dengan kalender pengguna untuk mengirim peringatan dan pengingat. Cara kerjanya cukup sederhana: pengguna menyalakan perangkat, mengenakannya, menyinkronkannya dengan aplikasi seluler Bee, dan memasukkan informasi pribadi dasar. Tombol pada perangkat dapat digunakan untuk mengaktifkan atau menonaktifkan perekaman, yang ditandai dengan lampu hijau yang menyala atau mati. Setelah percakapan direkam, aplikasi akan menghasilkan ringkasan otomatis yang mudah dibaca beserta transkripsi lengkapnya.
Namun, penguji mengungkapkan kekhawatiran privasi. Di tengah pengawasan digital yang terus-menerus, gagasan mengenakan perangkat yang dapat menguping sepanjang waktu tidak terlalu menarik. Meskipun demikian, diakui bahwa Bee memiliki potensi besar untuk membantu mengorganisir kehidupan pengguna dalam konteks yang tepat, terutama dalam urusan profesional.
Dalam sebuah panggilan telepon bisnis, setelah mendapatkan konfirmasi untuk merekam, Bee berhasil menyajikan ringkasan percakapan yang memecah setiap segmen pembicaraan untuk ditinjau kembali tanpa harus mendengarkan ulang seluruhnya. Meskipun fitur ini sangat membantu, kemampuannya tidak jauh berbeda dengan layanan transkripsi lain seperti Otter atau Granola. Perangkat ini dinilai sangat berguna bagi para profesional yang sering berpindah antar rapat sepanjang hari, memungkinkan mereka meninjau ringkasan percakapan untuk klarifikasi.
Meskipun Bee cukup baik dalam merangkum percakapan, transkripsi yang dihasilkan terkadang bermasalah. Pengguna sebelumnya mencatat perlunya memasukkan nama pembicara secara manual karena perangkat tidak selalu mengenali siapa yang berbicara. Penguji juga menemukan bahwa beberapa bagian percakapan dihilangkan, meskipun tidak signifikan, sehingga tidak sepenuhnya mencatat semua yang dikatakan.
Perangkat ini juga diuji saat menonton film bersama teman-teman. Penguji sempat khawatir perangkat akan salah mengira adegan kekerasan dalam film sebagai kejadian nyata dan memicu respons yang tidak diinginkan.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi techcrunch.com.