bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat mengingatkan para atlet Indonesia yang akan berlaga di Asian Games 2026 di Aichi‑Nagoya, Jepang, untuk memprioritaskan pencapaian prestasi dibandingkan insentif finansial.
Ia menyampaikan bahwa bonus untuk peraih medali emas pada Asian Games 2026 akan tiga kali lipat dibandingkan bonus emas SEA Games 2025. Presiden RI Prabowo Subianto menyebutkan besaran bonus emas Asian Games 2026 mencapai Rp3 triliun, hampir dua kali lipat dari bonus Asian Games 2022 di Guangzhou yang sebesar Rp1,575 triliun termasuk rumah tinggal, dan tiga kali lipat dari bonus SEA Games 2025 yang Rp1 triliun.
Taufik menegaskan, “Alhamdulillah, bagi atlet, saya pernah menjadi atlet dulu. Bonus memang ada, tapi hanya bila ada prestasi,” demikian dikutip dari Antara.
Namun ia mengharapkan seluruh anggota kontingen Indonesia tidak menjadikan penghargaan finansial sebagai fokus utama sebelum bertanding, melainkan mengubah pola pikir.
Menurutnya, komitmen dan motivasi yang diberikan pemerintah harus menjadi pemicu semangat serta tanggung jawab bagi setiap anggota kontingen untuk mengharumkan nama bangsa.
Sebagai peraih medali emas Olimpiade Athena 2004, Taufik menilai apresiasi tinggi dari pemerintah memberikan dorongan moral yang signifikan bagi ratusan atlet yang dipercaya mewakili Indonesia di tingkat Asia.
“Semoga hal itu menjadi motivasi dan rasa tanggung jawab,” ujar Taufik.
Atlet angkat besi Eko Yuli Irawan menyambut positif kepastian bonus Rp3 triliun tersebut. Ia berpendapat bahwa janji tersebut dapat memacu kembali motivasi dan semangat juang lifter serta atlet cabang lain.
“Mudah‑mudahan bonus ini menjadi penyemangat bagi rekan‑rekan, adik‑adik semua. Saya juga semakin termotivasi untuk bersaing di Asian Games mendatang,” kata Eko Yuli.