bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa terdapat 20 provinsi di Indonesia yang berpotensi mengalami hujan pada hari Sabtu (6/6). Peringatan dini ini diumumkan BMKG melalui akun Instagram resminya.
Sebelumnya, BMKG telah memprediksi adanya potensi cuaca ekstrem yang terjadi di tengah periode musim kemarau. Analisis terkini terhadap indikator iklim global menunjukkan adanya kondisi El Niño di Samudra Pasifik, yang terindikasi dari indeks Niño 3.4 sebesar +0,69 dan nilai SOI sebesar -16,0. BMKG menyatakan bahwa kondisi El Niño ini secara umum cenderung mengurangi potensi curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.
Namun demikian, BMKG menjelaskan bahwa dinamika atmosfer pada skala regional masih memungkinkan terjadinya pembentukan awan hujan di beberapa daerah. Dalam prakiraan cuaca sepekan ke depan, yaitu periode 5-11 Juni, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) diprediksi berada pada fase 7 (Western Pacific) hingga fase 8 (Western Hemisphere and Africa), yang diperkirakan kurang memberikan pengaruh signifikan terhadap wilayah Indonesia. Meskipun demikian, pengaruh konvektif dari MJO diprakirakan masih aktif di wilayah Papua bagian tengah hingga timur.
Selain itu, Gelombang Kelvin yang bergerak ke arah timur diprediksi aktif di sebagian besar wilayah Indonesia. Sementara itu, Gelombang Rossby Ekuatorial yang bergerak ke arah barat diperkirakan aktif di Sumatra bagian utara. Ditemukan pula potensi terbentuknya sirkulasi siklonik di Samudra Pasifik utara Papua, yang dapat menciptakan daerah konvergensi memanjang dari Papua Pegunungan hingga Papua Tengah.
Daftar 20 provinsi yang berpotensi hujan meliputi: Aceh, Sumatra Utara, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, dan Maluku Utara.