bytedaily
Sabtu, 04 Juli 2026 - 09:54 WIB

28 Ton Lidi Sawit dari Indonesia Diekspor Perdana ke China

Redaksi 20 Juni 2026 12 views
28 Ton Lidi Sawit dari Indonesia Diekspor Perdana ke China
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, sebanyak 28 ton lidi sawit yang berasal dari perkebunan di Riau, Sumatra Utara, dan Aceh telah berhasil diekspor untuk pertama kalinya ke China. Ekspor ini merupakan hasil kolaborasi antara petani, koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta eksportir, yang bertujuan untuk menjadikan limbah kelapa sawit sebagai sumber ekonomi baru.

Kegiatan ekspor perdana ini dilepas secara resmi dalam acara yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (ASPEKPIR) Indonesia di Belawan, Medan, Sumatera Utara, pada Rabu, 17 Juni 2026.

Ketua Umum ASPEKPIR, Setiyono, menjelaskan bahwa ekspor ini merupakan tindak lanjut dari program pemberdayaan UMKM yang telah dijalankan bersama BPDP di berbagai daerah penghasil sawit. Sebanyak tujuh koperasi anggota ASPEKPIR turut berperan dalam menyediakan bahan baku lidi sawit untuk pasar China. Keterlibatan koperasi ini diperkirakan akan memberikan manfaat ekonomi bagi sekitar 2.800 anggotanya, sekaligus menjadi pendapatan tambahan bagi petani melalui pengembangan usaha berbasis limbah sawit.

BPDP mengapresiasi pemanfaatan lidi sawit sebagai bukti bahwa produk samping perkebunan dapat diubah menjadi komoditas yang memiliki nilai jual. Selama beberapa tahun terakhir, BPDP dan ASPEKPIR telah menyelenggarakan berbagai lokakarya dan pendampingan untuk meningkatkan kualitas produksi agar sesuai standar pasar ekspor.

Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP, dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Anwar Sadat, menyatakan bahwa lidi sawit memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, mulai dari bahan baku ekspor hingga produk kerajinan UMKM. Pengembangan ini sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular, yang mengurangi limbah sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat sekitar perkebunan.

Direktur Utama PT Arra Setya Abadi, Ilham Setiadi, menambahkan bahwa permintaan pasar internasional terhadap lidi sawit terus menunjukkan tren positif, membuka peluang luas bagi petani dan UMKM di daerah sentra perkebunan untuk mengembangkan usaha berbasis limbah sawit.

Selain pelepasan ekspor, BPDP dan ASPEKPIR juga mengadakan lokakarya praktik ekspor lidi sawit di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, yang diikuti oleh sekitar 100 peserta. Acara ini ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman antara koperasi sawit dan pelaku ekspor untuk meningkatkan produksi lidi sawit yang siap ekspor.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.