bytedaily - Melansir laporan dari opinion.inquirer.net, Filipina memiliki potensi besar untuk bertransformasi menjadi ekonomi manufaktur yang kompetitif di kawasan Asia Tenggara. Dengan populasi lebih dari 110 juta jiwa, tenaga kerja muda yang terdidik, kemampuan berbahasa Inggris yang luas, institusi demokrasi yang kuat, serta hubungan baik dengan perekonomian global, negara ini telah memiliki fondasi yang kokoh untuk kemakmuran jangka panjang.
Selama bertahun-tahun, pertumbuhan ekonomi Filipina ditopang oleh konsumsi domestik, remitansi dari pekerja di luar negeri, pariwisata, industri jasa, pertambangan, dan sektor jasa lainnya. Sektor-sektor ini telah berkontribusi pada ketahanan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan jutaan keluarga di Filipina.
Kini, Filipina berpeluang memasuki fase pembangunan berikutnya yang berfokus pada transformasi industri. Daripada hanya menjadi pasar konsumen, negara ini dapat secara bertahap bertransformasi menjadi basis manufaktur yang kompetitif. Kunci utamanya adalah memanfaatkan pasar domestik yang besar sebagai aset strategis.
Banyak negara maju di sektor manufaktur telah menempuh jalur pembangunan serupa. Mereka tidak hanya membiarkan pasar konsumen mereka menjadi tujuan barang impor. Sebaliknya, mereka menggunakan permintaan pasar untuk menarik investasi manufaktur, transfer teknologi, pengembangan jaringan pemasok, dan peningkatan kapasitas tenaga kerja. Dengan kata lain, mereka menukar akses pasar dengan kapabilitas industri. Filipina memiliki kesempatan untuk mengadopsi strategi ini.