bytedaily
Jumat, 03 Juli 2026 - 09:58 WIB

4,7 Juta Akun Anak Dinonaktifkan TikTok dan YouTube Berkat PP Tunas

Redaksi 29 Juni 2026 5 views
4,7 Juta Akun Anak Dinonaktifkan TikTok dan YouTube Berkat PP Tunas
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengumumkan bahwa sebanyak 4,7 juta akun anak di bawah usia 16 tahun telah dinonaktifkan oleh platform digital. Tindakan ini merupakan imbas dari penerapan Peraturan Pemerintah (PP) Tunas yang bertujuan melindungi anak di ruang digital.

Meutya menyebutkan angka tersebut sebagai indikator awal keberhasilan platform dalam menjalankan kewajibannya. Ia merinci bahwa TikTok telah menonaktifkan 4,1 juta akun hingga Juni, sementara YouTube melaporkan penonaktifan sekitar 600 ribu akun pada Mei. "Kita ingin platform lain untuk mengikuti," ujar Meutya dalam keterangan resminya pada Kamis (25/6).

Lebih lanjut, sekitar 200 platform digital telah menyerahkan laporan penilaian mandiri (self assessment) kepada pemerintah. Saat ini, pemerintah tengah mengevaluasi profil risiko dari masing-masing platform untuk memastikan keamanan ruang digital bagi anak. Pendekatan berbasis risiko ini diharapkan mendorong platform untuk menghadirkan layanan yang lebih ramah anak, tidak hanya sekadar membatasi akses, tetapi juga mengubah perilaku platform.

Meutya menjelaskan bahwa proses evaluasi laporan self assessment masih berjalan. Setelah penilaian selesai, profil risiko setiap platform akan diumumkan kepada publik. "Kita saat ini tengah memeriksa berkas dari seluruh platform yang sudah masuk itu untuk menilai apakah ini risiko tinggi atau tidak," tuturnya.

Ia menekankan bahwa keberhasilan PP Tunas tidak hanya bergantung pada regulasi pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan dari masyarakat, orang tua, serta komitmen berkelanjutan dari platform digital untuk meningkatkan perlindungan anak.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.