bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau memaksa penutupan tujuh bandara regional dan mengakibatkan 2.961 penerbangan domestik serta internasional terhenti, sehingga sekitar 341.000 penumpang terdampar hingga sore hari Senin.
Menurut Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, gangguan tersebut meliputi pembatalan, penundaan, dan pengalihan rute, dengan rincian 2.339 penerbangan domestik dan 622 penerbangan internasional yang terdampak hingga Senin sore.
Kementerian Perhubungan memperpanjang penutupan ketujuh bandara hingga pukul 23.59 WIB pada hari yang sama sebagai langkah konservatif demi keselamatan penerbangan, mengingat kondisi angin yang sangat dinamis dapat membawa abu ke area bandara.
Bandara yang tetap ditutup meliputi Bandara Internasional Soekarno‑Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta, Bandara Radin Inten II serta Bandara Muhammad Taufiq Kiemas di Lampung, Bandara Pondok Cabe dan Bandara Budiarto di Banten, serta Bandara Husein Sastranegara di Jawa Barat.
Meskipun hasil awal pemeriksaan endapan abu di beberapa fasilitas udara menunjukkan negatif, otoritas menunggu izin resmi dari Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) di Darwin, Australia, sebelum mengizinkan operasional kembali. Selama penutupan, tim darat melakukan pembersihan pada landasan, taxiway, dan apron.
Maskapai penerbangan juga melaksanakan inspeksi wajib pada mesin dan badan pesawat untuk memastikan tidak ada partikel abu yang menempel, sebagaimana ditekankan oleh Menteri Perhubungan.
Kementerian Perhubungan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah terus memantau pembaruan dari VAAC guna menentukan kapan lalu lintas udara dapat kembali normal, dengan keselamatan publik tetap menjadi prioritas utama.