bytedaily
Jumat, 28 Agustus 2026 - 01:05 WIB

Ahli: Runtuhnya Gletser Picu Banjir Bandang Maut di Nepal

Redaksi 27 Agustus 2026 3 views
Ahli: Runtuhnya Gletser Picu Banjir Bandang Maut di Nepal
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Lembaga Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mengidentifikasi bahwa banjir bandang dan longsor yang melanda Nepal pada Rabu (26/8) dipicu oleh runtuhnya bagian bawah gletser. Peristiwa tragis ini dilaporkan telah merenggut nyawa sedikitnya 165 orang, sementara 1.384 lainnya, termasuk turis, masih dinyatakan hilang.

Meskipun penyebab pasti runtuhnya gletser tersebut masih dalam penyelidikan, pihak berwenang Nepal sempat menduga adanya keterkaitan dengan gempa bumi. Namun, USGS mengklarifikasi bahwa getaran yang terdeteksi sebenarnya adalah gelombang seismik yang dihasilkan oleh hantaman batuan es yang jatuh, diikuti oleh aliran material puing.

Analisis citra satelit dari Planet Labs, sebagaimana dilaporkan Reuters, menunjukkan perubahan drastis pada lereng gunung yang sebelumnya hijau kini tertutup endapan sedimen dan puing-puing kecoklatan. Vikram Gupta, seorang ahli geologi teknik dari Universitas Sikkim, India, mengonfirmasi bahwa sebagian besar ujung gletser runtuh dan membawa serta batuan serta sedimen dalam jumlah besar, yang memicu bencana tersebut.

Ilmuwan bumi Dan Shugar menambahkan bahwa citra satelit juga mengindikasikan pencairan salju dalam volume besar terjadi dalam 24 jam sebelum kejadian. Ia mengamati bahwa beberapa gletser yang sebelumnya diselimuti salju kini telah menjadi es terbuka, menandakan kemungkinan suhu yang sedang hangat.

Catatan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 2023 menyebutkan bahwa pegunungan bersalju di Nepal telah kehilangan hampir sepertiga cadangan esnya dalam tiga dekade terakhir akibat pemanasan global. PBB juga melaporkan bahwa laju pencairan gletser di Nepal meningkat 65 persen pada dekade terakhir dibandingkan dekade sebelumnya.

Shugar merinci bahwa bagian bawah gletser terlepas di ketinggian sekitar 5.200 meter dan jatuh menghantam dasar lembah yang berjarak sekitar 1.200 meter di bawahnya. Ia juga tidak mengesampingkan kemungkinan aktivitas pembangunan di sekitar lokasi sebagai faktor pemicu tambahan, dan peneliti akan mendalami peran krisis iklim dalam peristiwa ini.

Andrew Zolli, Chief Impact Officer di Planet Labs, menyatakan organisasinya akan merilis citra satelit yang lebih lengkap dengan lisensi terbuka untuk mendukung upaya penanganan darurat. Zolli mengutip analisis Shugar yang mengindikasikan runtuhnya gletser akibat pencairan cepat, namun peran faktor iklim akan menjadi fokus kajian mendatang.

Bencana banjir bandang akibat runtuhan gletser ini terjadi di Sungai Lhende, Distrik Rasuwa, yang terdampak parah dan merupakan lokasi beberapa proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Prakash Pokharel, ahli geologi dari Otoritas Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana Nasional Nepal, mengonfirmasi bahwa banjir bandang tersebut disebabkan oleh longsoran es dan batuan di wilayah Nepal.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.