bytedaily - Melansir laporan dari timesofindia.indiatimes.com, para ilmuwan menegaskan bahwa kecerdasan buatan (AI) saat ini belum memiliki kemampuan untuk menggantikan atau mengungguli teori-teori ilmiah yang telah ada terkait iklim. Meskipun AI telah menunjukkan kemajuan pesat dalam berbagai bidang, termasuk analisis data dan pemodelan, pemahaman mendalam dan kerangka kerja konseptual yang dibangun oleh teori-teori ilmiah tetap menjadi fondasi penting dalam studi iklim.
Laporan tersebut mengindikasikan bahwa AI masih memerlukan data dan panduan dari teori-teori ilmiah yang sudah mapan untuk dapat memberikan prediksi atau analisis yang akurat mengenai perubahan iklim. Keterbatasan AI terletak pada ketidakmampuannya untuk secara mandiri mengembangkan pemahaman kausalitas yang kompleks atau merumuskan prinsip-prinsip dasar yang mendasari fenomena iklim tanpa input dari pengetahuan ilmiah yang ada.