bytedaily - Melansir laporan dari developingtelecoms.com, MoraRepublic, penyedia infrastruktur telekomunikasi dan jaringan asal Indonesia, bersama dengan perusahaan kabel bawah laut Tiongkok, HMN Tech, telah menyelesaikan uji coba penerimaan pabrik untuk peralatan 'wet plant' pada sistem kabel bawah laut Moratelindo International Cable System-3 (MIC-3). Kabel MIC-3 ini dirancang untuk menghubungkan Singapura dan Batam.
Dalam proyek ini, HMN Tech akan memasang dua unit 'branching unit' tipe 32FP yang dilengkapi teknologi sakelar optik 16FP. Unit-unit ini akan memberikan kemampuan bagi MoraRepublic untuk memperluas MIC-3 ke destinasi potensial lainnya, termasuk Jakarta. Teknologi sakelar optik dari HMN Tech diklaim mampu mendukung akses fleksibel di masa depan untuk dua sistem 16FP, memungkinkan perpindahan yang presisi antara segmen utama dan cabang, serta adaptasi terhadap peningkatan kebutuhan lebar pita, sehingga memberikan skalabilitas yang memadai untuk permintaan di masa mendatang.
MoraRepublic, yang sebelumnya dikenal sebagai Moratelindo sebelum kesepakatan merger dengan MyRepublic Indonesia pada akhir tahun 2025, menyatakan bahwa MIC-3 akan mendorong interkoneksi infrastruktur digital di koridor Singapura–Johor–Batam dan mendukung pertumbuhan pusat data serta kecerdasan buatan (AI) di Asia Tenggara. CTO MoraRepublic, Michael C. McPhail, menyatakan bahwa proyek kabel bawah laut MIC-3 merupakan inisiatif strategis penting untuk interkoneksi digital regional, yang menyediakan gerbang berkapasitas tinggi bagi Indonesia untuk terhubung dengan Singapura, serta membuka cakupan jaringan berkapasitas tinggi di masa depan melalui kemampuan percabangan fleksibel yang telah disiapkan, yang diharapkan dapat memberikan vitalitas baru bagi pengembangan ekonomi digital regional.
MIC-3 merupakan salah satu dari beberapa sistem kabel bawah laut yang sedang dibangun di rute tersebut. Telkom Indonesia melalui divisi internasionalnya, Telin, juga sedang mengembangkan kabel bawah laut Nongsa-Changi bekerja sama dengan BW Digital. Selain itu, Telin juga merencanakan Indonesia Singapore Cable System (INSICA) bersama Singtel. Operator Indonesia lainnya, Super Sistem, tengah membangun sistem bawah laut Super Sistem Batam–Singapore (SSBS) sebagai bagian dari proyek yang lebih luas, Barat Timur Indonesia (BTI) Cable System, yang akan menghubungkan Batam, Jakarta, dan Manado melalui tujuh stasiun pendaratan.