bytedaily
Kamis, 20 Agustus 2026 - 07:20 WIB

AI Digunakan untuk Memahami Kognisi Monyet Liar di Habitat Asli

Redaksi 31 Juli 2026 14 views
AI Digunakan untuk Memahami Kognisi Monyet Liar di Habitat Asli
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, kecerdasan buatan (AI) kini tidak hanya dimanfaatkan oleh manusia, tetapi juga oleh para peneliti untuk mempelajari cara berpikir, belajar, dan memecahkan masalah pada monyet liar di habitat alami mereka.

Sebuah tim peneliti dari Emory University telah mengembangkan sebuah perangkat bernama CapuchinAI yang digunakan untuk mengamati monyet kapusin di Cagar Hutan Taboga, Kosta Rika. Perangkat ini terdiri dari stasiun pengujian portabel yang dilengkapi layar sentuh, kamera web, dan dispenser makanan yang dicetak menggunakan teknologi 3D, semuanya terbungkus dalam bingkai kayu.

Perangkat lunak pengenalan wajah, yang telah dilatih menggunakan foto-foto monyet kapusin di Taboga, berfungsi untuk mengidentifikasi monyet yang mendekat. Monyet kemudian dihadapkan pada tugas sederhana, yaitu menyentuh layar untuk mendapatkan hadiah berupa pisang kering.

Setelah menunggu selama dua hari, seekor monyet jantan dominan yang diberi nama Papi menjadi yang pertama mendekati perangkat dan mulai memahami pola interaksi. Dari total 16 monyet kapusin yang mencoba menggunakan perangkat tersebut, sebanyak 10 di antaranya berhasil menyelesaikan tugas, dan setidaknya delapan di antaranya masih mengingat cara kerjanya pada sesi pengujian selanjutnya.

Menurut Marcela Benítez, ahli primata dari Emory University, tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengamati bagaimana primata memecahkan masalah di bawah tekanan lingkungan alam liar, sebuah kondisi yang sulit untuk direplikasi di laboratorium.

Tim peneliti berencana untuk melakukan uji coba versi terbaru CapuchinAI pada musim panas ini. Perangkat yang diperbarui ini dirancang untuk mengenali setiap individu monyet kapusin secara spesifik, tidak hanya spesiesnya. Selain itu, sistem ini juga akan digunakan untuk menguji pengendalian impuls dan fleksibilitas kognitif pada masing-masing monyet, dengan kemajuan setiap individu dilacak layaknya statistik pemain dalam sebuah permainan.

CapuchinAI menawarkan interaksi yang lebih mendalam dibandingkan teknologi pengenalan wajah yang sebelumnya digunakan untuk identifikasi simpanse liar. Sistem ini tidak hanya mengenali hewan, tetapi juga secara langsung memberikan tantangan dan hadiah. Hal ini memungkinkan peneliti untuk mempelajari perilaku monyet liar tanpa perlu memindahkan mereka dari habitat aslinya.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.