bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto telah meminta PT PLN (Persero) untuk segera mengatasi persoalan mati lampu bergilir yang terjadi di Pulau Jawa belakangan ini. Airlangga menekankan bahwa pemadaman listrik berdampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat.
Dalam rapat yang dihadiri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Airlangga menargetkan agar PLN menyelesaikan masalah tersebut paling lambat pada akhir bulan Juni ini. "Ya, tentu sangat berpengaruh (terhadap ekonomi). Tapi kami sudah minta kemarin PLN, kami sudah rapatkan dengan Menteri ESDM. Harapannya sih Juni (akhir bulan) ini bisa diselesaikan," ujar Airlangga di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (22/6).
Sebelumnya, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo telah menyampaikan permohonan maaf atas pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa. Ia menjelaskan bahwa penyebabnya adalah kendala teknis pada dua pembangkit besar yang dioperasikan oleh independent power producer (IPP) mengalami gangguan dan terpaksa keluar dari sistem kelistrikan Jawa. Darmawan menyatakan PLN sedang berupaya keras untuk mempercepat perbaikan kedua pembangkit tersebut agar sistem kelistrikan segera pulih.
Darmawan juga mengapresiasi dukungan pemerintah dan para pemasok batu bara yang telah menandatangani kontrak dengan PLN. Perusahaan listrik negara itu tengah mempercepat proses penandatanganan kontrak dengan pemasok batu bara, khususnya jenis medium rank coal, yang telah mendapat penugasan dari pemerintah. Koordinasi intensif dengan tim Dirjen Minerba Kementerian ESDM dilakukan agar proses ini berjalan cepat. Saat ini, pasokan medium rank coal sudah mulai mengalir ke sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di seluruh Pulau Jawa.