bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, pengguna Facebook kini diwajibkan melakukan pemindaian wajah 3D untuk mengakses fitur Facebook Marketplace, termasuk untuk melihat daftar mobil bekas murah. Kebijakan ini menuai protes dari pengguna yang merasa privasi mereka terancam dan keberatan dengan persyaratan tersebut.
Penulis artikel, yang sebelumnya enggan menggunakan Facebook karena dianggap kurang relevan dengan gaya hidupnya, terpaksa kembali mendaftar akun baru untuk melihat listing mobil di Marketplace. Namun, upaya tersebut terhenti ketika Facebook, atau Meta, meminta pengguna untuk melakukan pemindaian wajah 3D dan pengenalan wajah sebagai syarat penggunaan.
Penolakan terhadap kebijakan ini bukan semata-mata kekhawatiran terhadap penggunaan data wajah oleh Meta, melainkan prinsip bahwa pengguna tidak seharusnya memberikan data biometrik hanya untuk menelusuri daftar barang, terutama barang yang mungkin tidak mampu dibeli atau diperbaiki. Penulis berpendapat bahwa pendekatan Meta dalam menangani penipuan di platformnya, yang terkesan hanya berfokus pada pembagian keuntungan, semakin mengurangi kepercayaan pengguna terhadap perlindungan data.
Sebagai alternatif, penulis menyarankan bahwa jika memang sangat perlu melihat listing di Facebook Marketplace, ia bisa menggunakan akun orang tua. Namun, ia menekankan bahwa persyaratan pemindaian wajah 3D tersebut dinilai berlebihan dan tidak sepadan dengan upaya yang harus dikeluarkan, terutama untuk aktivitas yang dianggapnya tidak penting.
Penulis juga menduga bahwa kebijakan baru ini bisa menjadi salah satu alasan mengapa banyak teman enggan mendaftar akun Facebook baru untuk berbagi daftar Marketplace. Ia menegaskan bahwa meskipun tidak ada konsekuensi serius jika melakukan pemindaian wajah, ia memilih untuk tidak melakukannya karena merasa tidak perlu membuang waktu untuk hal yang dianggapnya tidak penting.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.