bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Argentina berhasil mengamankan kemenangan telak 3-0 atas Aljazair dalam lanjutan Grup J Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang digelar di Stadion Arrowhead pada Rabu (17/6). Selain performa impresif Lionel Messi yang sukses mencetak tiga gol, pertandingan ini juga diwarnai oleh insiden yang menimbulkan kontroversi dan perdebatan.
Momen yang dipermasalahkan terjadi pada menit ke-31 ketika Messi kehilangan bola akibat kesalahan umpan. Dalam upaya merebut kembali bola, kapten timnas Argentina itu mengejar bek sekaligus kapten Aljazair, Aissa Mandi. Saat duel perebutan bola, Messi terlihat terlambat dalam melakukan tekel dan secara tidak sengaja menyentuh serta menginjak bagian betis kaki kanan Mandi.
Pemain Aljazair segera melayangkan protes, menilai tekel tersebut cukup keras. Namun, wasit Szymon Marciniak memutuskan untuk tidak memberikan kartu kepada Messi, hanya menyatakan pelanggaran dan melanjutkan permainan. Teknologi VAR juga tidak melakukan peninjauan ulang atas insiden tersebut.
Keputusan wasit ini memicu diskusi. Sebagian pihak berpendapat bahwa pelanggaran Messi seharusnya diganjar kartu kuning atau bahkan kartu merah mengingat kontak fisik yang terjadi cukup jelas. Di sisi lain, ada yang menganggap insiden tersebut sebagai bagian dari duel yang lumrah dalam sebuah pertandingan dan tidak termasuk pelanggaran berat.
Terlepas dari kontroversi tersebut, Messi tetap menjadi sorotan utama. Ia berhasil mencetak gol pembuka Argentina pada menit ke-17, kemudian menambah dua gol lagi pada menit ke-60 dan 76, yang memastikan kemenangan Tim Tango melalui hattrick. Selain itu, Messi juga mencetak rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa di kualifikasi Piala Dunia, menyamai rekor Miroslav Klose dengan total 16 gol.