bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, pemadaman listrik bergilir yang terjadi di berbagai kota besar seperti Bogor, Depok, Tangerang, Bandung, Semarang, Solo, Malang, dan Surabaya, telah menimbulkan keluhan masyarakat. PLN menyatakan bahwa pemadaman ini disebabkan oleh kendala teknis pada sejumlah pembangkit listrik.
Dalam situasi pemadaman bergilir yang bisa berlangsung hingga tiga jam, memiliki perangkat elektronik dengan baterai internal yang memadai dapat membantu menjaga aktivitas sehari-hari agar tidak terganggu. Berikut adalah beberapa perangkat yang direkomendasikan:
Pertama, power bank menjadi solusi paling mendasar untuk menjaga ponsel tetap menyala. Power bank berkapasitas besar, disarankan minimal 20.000 mAh dengan dukungan fast charging, juga dapat digunakan untuk mengisi daya perangkat lain seperti wearable device hingga laptop.
Kedua, lampu darurat dengan baterai isi ulang menawarkan alternatif yang lebih aman dan praktis dibandingkan lilin, terutama jika pemadaman terjadi di malam hari. Perangkat ini sebaiknya memiliki fitur pengaturan terang-redup dan daya tahan minimal 6-8 jam pada pengaturan normal.
Ketiga, modem portabel atau MiFi dapat menjadi penyelamat konektivitas internet ketika router rumah mati akibat pemadaman listrik. Perangkat ini memungkinkan pengguna tetap terhubung ke internet melalui jaringan seluler tanpa menguras baterai ponsel melalui tethering, dan tersedia dalam opsi jaringan 4G maupun 5G.
Keempat, untuk kebutuhan daya yang lebih besar, powerstation portable dapat dipertimbangkan karena kapasitasnya yang besar mampu mengisi daya beberapa perangkat secara bersamaan. Sementara itu, untuk perangkat berdaya rendah seperti router WiFi dan CCTV, UPS mini dapat berfungsi sebagai penyimpan daya yang akan otomatis mengambil alih saat listrik padam selama beberapa jam.
Terakhir, kipas angin portabel yang menggunakan baterai isi ulang dapat menjadi solusi sementara untuk mengatasi gerah saat pemadaman listrik terjadi di siang hari pada kota-kota beriklim panas.