bytedaily
Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:44 WIB

BMKG Deteksi 776 Titik Panas di Kalsel, Jarak Pandang Menurun Drastis

Redaksi 22 Agustus 2026 1 views
BMKG Deteksi 776 Titik Panas di Kalsel, Jarak Pandang Menurun Drastis
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya 776 titik panas atau hotspot yang terdeteksi di wilayah Kalimantan Selatan pada Sabtu (22/8). Sebagian besar titik panas ini terkonsentrasi di Kabupaten Banjar, Tapin, dan Tanah Laut.

Menurut Utari Randiana, Staf Operasional Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor BMKG Kalsel, data ini diperoleh dari pemantauan pada Sabtu (22/8) yang juga mencakup pengamatan kondisi cuaca dan sebaran asap di Kalimantan Selatan. Sebelumnya, pada Jumat (21/8) pukul 17.00 Wita, asap telah terdeteksi meluas dari Kalimantan Selatan hingga ke Kalimantan Tengah dan Timur.

Utari menjelaskan bahwa sebaran asap di Kalimantan Selatan pada saat itu berada di bagian barat dan utara. Arah angin dominan bertiup dari timur ke tenggara dengan kecepatan berkisar antara lima hingga 15 knot, berdasarkan analisis kondisi atmosfer setempat. Asap pertama kali terdeteksi pada pukul 02.00 Wita dan menyebabkan penurunan jarak pandang pada pagi harinya.

Jarak pandang dilaporkan menurun drastis, dari sekitar 3.500 meter menjadi hanya 200 meter pada pukul 07.00 Wita. Kabut asap yang signifikan juga terpantau di beberapa daerah, termasuk Banjarbaru, wilayah yang berbatasan dengan Tanah Laut, serta Kabupaten Banjar, sebagaimana disampaikan oleh Ariansyah, Kasubbid Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kalsel.

Ariansyah menambahkan bahwa citra satelit juga menunjukkan sebaran kabut asap di wilayah Banua Anam, khususnya di bagian barat dan utara yang berbatasan dengan Kalimantan Tengah, daerah yang dikenal memiliki area gambut yang luas.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.