bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, China mendorong Indonesia untuk memberikan dukungan kuat bagi Organisasi Kerja Sama Kecerdasan Buatan Dunia atau World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) yang baru saja dibentuk. Langkah ini diambil oleh Beijing di tengah persaingan yang intens dengan Amerika Serikat dalam memperebutkan pengaruh atas masa depan teknologi dan tata kelola global untuk Kecerdasan Buatan (AI).
Ajakan ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri China Wang Yi saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, di Jakarta. Wang Yi mengemukakan bahwa kedua negara perlu memperluas kerja sama yang telah terjalin ke sektor-sektor yang berkembang seperti AI, serta bersama-sama mensukseskan WAICO.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Menlu Wang Yi bersama Menteri Pertahanan China Laksamana Dong Jun berada di Indonesia untuk menghadiri serangkaian dialog diplomatik dan keamanan tingkat tinggi. Sebelumnya, Wang Yi dan Sugiono telah menggelar Pertemuan Dialog Strategis Komprehensif China-Indonesia yang pertama. Selain itu, Wang Yi dan Dong Jun juga berpartisipasi dalam Pertemuan Dialog Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan (Format 2+2) kedua dengan mitra dari Indonesia.
Indonesia tercatat sebagai salah satu dari 29 negara yang menandatangani kesepakatan di Shanghai bulan lalu untuk mendirikan WAICO. Organisasi antarpemerintah ini dibentuk dengan tujuan untuk mendorong kerja sama internasional dan merumuskan tata kelola AI di tingkat global.
Sementara itu, Indonesia tetap konsisten pada prinsip politik luar negerinya yang bebas dan aktif, berupaya menjaga serta mempererat hubungan ekonomi dan teknologi dengan China maupun Amerika Serikat tanpa memihak. Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menegaskan bahwa setiap negara berhak memilih mitra kerja sama dan model AI mereka sendiri secara mandiri, sesuai dengan kondisi nasional dan kebutuhan pembangunan masing-masing.
Pernyataan Lin Jian ini merupakan respons terhadap laporan mengenai rencana Pemerintah Amerika Serikat yang akan mengirimkan surat kepada negara-negara penandatangan deklarasi peluang AI versi AS atau US AI Opportunity Statement. Surat tersebut dikabarkan akan berisi peringatan agar negara-negara tersebut tidak bergabung dengan inisiatif global lain seperti WAICO, yang dinilai Washington tidak sejalan dengan standar mereka. China dengan tegas menolak segala bentuk pemaksaan terhadap negara untuk memihak atau upaya menciptakan konfrontasi antarkelompok di bidang teknologi AI.