bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya 776 titik panas atau hotspot yang tersebar di wilayah Kalimantan Selatan pada Sabtu, 22 Agustus. Sebagian besar titik panas ini terpusat di Kabupaten Banjar, Tapin, dan Tanah Laut.
Menurut Utari Randiana, Staf Operasional Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor BMKG Kalsel, data ini merupakan hasil pemantauan pada Sabtu (22/8) yang juga mencakup observasi kondisi cuaca dan sebaran asap di Kalimantan Selatan. Sebaran asap sendiri telah terdeteksi sejak Jumat (21/8) pukul 17.00 Wita dan meluas hingga ke Kalimantan Tengah serta Kalimantan Timur.
Utari menjelaskan bahwa asap di Kalimantan Selatan teramati di bagian barat dan utara. Arah angin pada periode tersebut umumnya bertiup dari timur ke tenggara dengan kecepatan antara lima hingga 15 knot, berdasarkan analisis kondisi atmosfer setempat.
Lebih lanjut, rekapitulasi laporan meteorologi menunjukkan bahwa asap mulai terdeteksi pada pukul 02.00 Wita. Penurunan jarak pandang kemudian terjadi pada pagi hari, dengan jarak pandang terpantau berkisar antara 3.500 meter hingga hanya 200 meter pada pukul 07.00 Wita.
Menanggapi kondisi ini, Kasubbid Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kalsel, Ariansyah, menyatakan bahwa kabut asap yang cukup signifikan terlihat di beberapa daerah, terutama Banjarbaru, wilayah perbatasan Tanah Laut, dan Kabupaten Banjar. Ia menambahkan bahwa citra satelit juga menunjukkan sebaran kabut asap di wilayah Banua Anam, khususnya di bagian barat dan utara yang berbatasan dengan Kalimantan Tengah, yang memiliki area gambut yang luas.