bytedaily
Kamis, 25 Juni 2026 - 02:34 WIB

Saham SpaceX Mengalami Penurunan Setelah IPO Spektakuler, Sektor Antariksa Ikut Terpengaruh

Redaksi 20 Juni 2026 15 views
Saham SpaceX Mengalami Penurunan Setelah IPO Spektakuler, Sektor Antariksa Ikut Terpengaruh
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, saham SpaceX (SPCX.O) mengalami penurunan lebih dari 6 persen pada Kamis (18/6), menyusul meredanya euforia pasca penawaran umum perdana (IPO). Sebelumnya, IPO tersebut sempat menempatkan perusahaan milik Elon Musk ini di antara lima perusahaan paling berharga di dunia.

Pada penutupan perdagangan terakhir, harga saham SpaceX turun 6,5 persen menjadi US$178,50. Penurunan ini melanjutkan tren negatif dari sesi sebelumnya yang merosot hampir 5 persen. Meskipun demikian, harga saham saat ini masih berada 30 persen di atas harga penawaran perdana yang ditetapkan sebesar US$135.

Apabila tren penurunan ini berlanjut, nilai pasar SpaceX yang mencapai US$2,52 triliun berpotensi menyusut lebih dari US$150 miliar. Analis IPOX Schuster, Kat Liu, seperti dikutip dari Reuters, menyatakan bahwa aksi ambil untung dari investor dalam skala tertentu tidaklah mengherankan, mengingat besarnya skala IPO dan kinerja awal yang kuat.

Penurunan saham tidak hanya dialami oleh SpaceX. Perusahaan antariksa Amerika Serikat lainnya juga turut merasakan dampak, dengan saham Rocket Lab (RKLB.O) dan Planet Labs (PL.N) masing-masing turun sekitar 3 persen. Sementara itu, AST SpaceMobile (ASTS.O) dan Intuitive Machines (LUNR.O) mengalami penurunan sekitar 7 persen dan 3 persen.

Sebelumnya, investor ritel menunjukkan minat yang tinggi dengan memborong saham SpaceX secara agresif selama tiga sesi terakhir, dengan total pembelian bersih melebihi US$300 juta. Namun, aktivitas tersebut dilaporkan mereda pada Kamis (18/6), di mana pembelian bersih hanya tercatat senilai US$9,1 juta hingga pukul 14.00 ET, menurut data Vanda Research.

Para analis dan manajer portofolio telah mengingatkan investor mengenai potensi volatilitas di awal masa SpaceX sebagai perusahaan publik. Hal ini disebabkan oleh jumlah saham yang beredar di publik yang relatif kecil dan valuasi perusahaan yang tinggi. Valuasi SpaceX sendiri dilaporkan melonjak melampaui US$2 triliun setelah debutnya di Nasdaq pekan lalu.

Saham SpaceX sempat melonjak tajam pada dua hari pertama perdagangan, sebelum kemudian melepaskan sebagian keuntungannya. Hal ini terjadi seiring investor mulai mengevaluasi apakah valuasi tinggi perusahaan tersebut dapat dipertahankan oleh upaya pengembangan kecerdasan buatan (AI) yang memakan biaya besar.

SpaceX sendiri mengumumkan rencana akuisisi terhadap Anysphere, sebuah perusahaan rintisan di balik agen pemrograman AI Cursor, pada Selasa (16/6). Akuisisi senilai US$60 miliar dalam bentuk saham ini bertujuan untuk memperkuat posisi SpaceX di pasar alat AI korporat yang sedang berkembang.

Selain itu, sumber menyebutkan bahwa penasihat keuangan SpaceX sedang mempersiapkan pertemuan dengan investor paling cepat minggu depan. Pertemuan ini akan membahas rencana penawaran obligasi senilai minimal US$20 miliar, sebagai bagian dari upaya SpaceX untuk mengumpulkan pendanaan bagi ekspansi AI yang ambisius.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.