bytedaily
Senin, 24 Agustus 2026 - 05:52 WIB

Alex Lanier Cetak Sejarah, Prancis Dominasi Kejuaraan Dunia BWF 2026

Redaksi 24 Agustus 2026 2 views
Alex Lanier Cetak Sejarah, Prancis Dominasi Kejuaraan Dunia BWF 2026
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Alex Lanier mencatatkan namanya dalam sejarah bulutangkis Prancis setelah menjadi tunggal putra pertama yang meraih gelar juara Kejuaraan Dunia BWF. Pencapaian gemilang ini diraihnya usai mengalahkan Kodai Naraoka dari Jepang dalam pertandingan final di Indira Gandhi Indoor Stadium, New Delhi, India, pada Minggu (28/6). Lanier tampil dominan dengan kemenangan dua gim langsung, skor 21-11 dan 21-11.

Usai pertandingan, Lanier mengungkapkan kebahagiaannya dan menyatakan bahwa hari itu adalah momen penting bagi bulutangkis Prancis serta seluruh tim yang mendukungnya. "Hari ini adalah harinya Prancis; saat nomor ganda campuran menang, semua orang merasa bahagia. Saya berpikir bahwa saya harus memberikan mereka alasan untuk tersenyum dua kali dan momen istimewa ganda, serta mencetak sejarah lagi," ujar pebulutangkis berusia 21 tahun tersebut.

Lanier juga mengaku memiliki kepercayaan diri yang tinggi jelang laga final, bahkan menyatakan kesiapannya untuk menghadapi gaya permainan apapun dari Naraoka. "Saya menunjukkan kepada Kodai bahwa saya mampu bermain dengan kecepatan tinggi, dan juga sanggup bermain dalam durasi panjang, bahkan hingga dua jam atau lebih," ungkapnya. Ia menambahkan bahwa meskipun merasa lelah setelah pertandingan, saat berada di lapangan ia merasa lebih bertenaga dan yakin dengan kondisi fisiknya.

Kemenangan Lanier melengkapi kesuksesan Prancis di Kejuaraan Dunia BWF tahun ini. Sebelumnya, pasangan ganda campuran Prancis, Thom Gicquel/Delphine Delrue, juga berhasil meraih gelar juara setelah mengalahkan unggulan pertama dari China, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping. Gicquel/Delrue tercatat sebagai wakil Prancis pertama yang berhasil menjuarai Kejuaraan Dunia BWF sejak turnamen ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 1977.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.