bytedaily - Melansir laporan dari finance.biggo.com, mantan juara kelas bantam UFC, Aljamain Sterling, bersama Joe Rogan dalam episode JRE MMA Show #184, mendiskusikan berbagai aspek penting dalam dunia tarung profesional. Pembahasan utama berpusat pada pentingnya seorang atlet UFC modern menjadi individu yang komplet dan adaptif, di mana kecerdasan strategi serta diversifikasi bisnis sama krusialnya dengan bakat atletik untuk keberlangsungan karier.
Sterling, yang kini menjadi penantang kelas bulu, menggunakan perjalanan kariernya sebagai studi kasus. Ia bertransformasi dari juara kelas 135 pon dengan cedera leher menjadi petarung 145 pon yang lebih sehat dan berbahaya. Episode ini juga menyoroti momen penting Sterling yang menantikan perebutan gelar kelas bulu, pertarungan Islam Makhachev melawan Ian Machado Garry yang dijadwalkan akhir pekan ini, serta masalah budaya potong berat badan yang masih menjadi persoalan berbahaya di UFC.
Percakapan mendalam mencakup analisis pertarungan, fisika dalam teknik striking, model bisnis bayaran atlet, hingga dampak psikologis dalam olahraga tarung. Sterling dan Rogan, yang sama-sama memiliki obsesi terhadap teknikâSterling dikenal dengan kemampuan kontrol punggung terbaikâmenyajikan analisis pertarungan yang mendalam. Benang merah diskusi adalah evolusi Sterling dari sekadar petarung yang harus memangkas berat badan dengan cara apa pun, menjadi seorang pebisnis yang mengelola bisnisnya sendiri (seperti rum Funk Harbor dan cerutu Triumph) dan bertarung sesuai keinginannya. Argumen tersiratnya adalah bahwa evolusi ini adalah satu-satunya jalan yang berkelanjutan dalam olahraga yang berisiko merusak fisik dan memberikan bayaran yang minim bagi sebagian besar pesertanya.
Diskusi mengenai pemotongan berat badan menjadi salah satu argumen paling substansial dalam episode ini. Sterling dan Rogan sepakat bahwa sistem saat ini, di mana atlet mendehidrasi diri 20-40 pon sebelum timbang badan sehari sebelum pertarungan, berbahaya dan kontraproduktif. Namun, mereka memiliki pandangan berbeda mengenai solusinya. Sterling mengusulkan timbang badan di hari yang sama dengan pertarungan, dengan keyakinan bahwa atlet akan menyesuaikan diri secara alami. Rogan, di sisi lain, berpendapat bahwa timbang badan di hari yang sama akan membutuhkan lebih banyak kelas berat (ia menyarankan setiap 10 pon) dan atlet tetap akan mencari cara untuk bertarung dalam kondisi dehidrasi, yang berpotensi menimbulkan cedera lebih parah.
Sterling memberikan contoh data pribadi yang mencolok: ia yang dulu bertarung di kelas 135 pon, kini memiliki berat badan sekitar 178-180 pon di luar masa persiapan. Saat pindah ke kelas bulu (145 pon), berat badan alaminya turun menjadi 166-172 pon tanpa perubahan diet, yang ia kaitkan dengan berkurangnya kecemasan terkait pemotongan berat badan. Idealnya, ia membutuhkan empat bulan untuk persiapan, memungkinkan penurunan berat badan yang bertahap.