bytedaily
Senin, 24 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Anak Usaha UGM, Swayasa Prakasa, Targetkan Dana IPO Rp 45,22 Miliar

Redaksi 24 Agustus 2026 3 views
Anak Usaha UGM, Swayasa Prakasa, Targetkan Dana IPO Rp 45,22 Miliar
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir dari ekonomi.republika.co.id, PT Swayasa Prakasa Tbk (SWAP), yang merupakan anak usaha dari perusahaan holding Universitas Gadjah Mada (UGM), PT Gama Multi Usaha Mandiri (Gama Multi Group), berencana untuk melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) di pasar modal Indonesia. Perusahaan menargetkan dapat menghimpun dana sebesar Rp45,22 miliar dari aksi korporasi ini.

Manajemen Swayasa Prakasa menyampaikan dalam keterbukaan informasi di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (24/8/2026) bahwa total nilai penawaran umum diperkirakan mencapai Rp45.220.000.000. Melalui IPO ini, Swayasa Prakasa akan menawarkan maksimal 323 juta lembar saham baru kepada publik, yang setara dengan 30,30 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh pasca-IPO.

Perusahaan menetapkan harga penawaran awal dalam rentang Rp130 hingga Rp140 per saham melalui periode bookbuilding yang dijadwalkan pada 24-27 Agustus 2026. Dengan rentang harga tersebut, perseroan menargetkan pengumpulan dana sebesar Rp45,22 miliar.

Jadwal pelaksanaan penawaran umum perdana saham akan berlangsung pada 2-8 September 2026, diikuti dengan masa penjatahan saham pada 8 September 2026, dan distribusi saham pada 9 September 2026. Swayasa Prakasa ditargetkan akan resmi melantai di bursa atau mencatatkan saham perdananya di pasar modal Indonesia pada 10 September 2026.

Mengenai alokasi dana hasil IPO, sekitar Rp15,8 miliar akan digunakan untuk modal kerja. Dana ini akan dimanfaatkan untuk peningkatan kapasitas produksi dan perbaikan kualitas produk. Selain itu, sekitar Rp12,2 miliar dialokasikan untuk belanja modal, dan sisa Rp12 miliar akan digunakan untuk melunasi kewajiban kepada PT Gama Multi Usaha Mandiri (GMUM) serta Yayasan Universitas Gadjah Mada (YUGM).


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.