bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan menunjukkan tren penguatan pada perdagangan awal pekan, Senin (24/8).
Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai IHSG memiliki potensi untuk melanjutkan kenaikannya setelah pekan sebelumnya berhasil mencatat pertumbuhan 1,93 persen dan bertahan di atas Moving Average 20 (MA20). Meskipun demikian, ia mengingatkan agar tetap mencermati kemungkinan terjadinya koreksi dalam jangka pendek.
Herditya memproyeksikan IHSG berpeluang bergerak menuju rentang 6.628 hingga 6.666, sekaligus menguji area gap. "Namun, cermati potensi koreksi jangka pendek ke kisaran 6.429-6.475," katanya dalam riset harian.
Lebih lanjut, Herditya memprediksi IHSG akan berfluktuasi antara level support 6.373, 6.272 dan resistance 6.599, 6.705 pada hari itu. Ia juga merekomendasikan saham FORE, INCO, MBMA, dan TLKM.
Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, berpendapat bahwa indeks saham berpotensi memasuki fase koreksi pada pekan ini. Hal ini menyusul ditembusnya level resistance 6.545, namun indeks belum mampu mempertahankan penutupan di atas level tersebut.
Pola spinning top yang teramati juga mengindikasikan keseimbangan antara kekuatan beli dan jual. "Kondisi ini membuka peluang koreksi IHSG untuk menguji support terdekat di level 6.441," jelas Ivan.
Ivan memprediksi pergerakan IHSG akan berada di antara level support 6.441, 6.353, 6.230, dan 6.057, serta resistance 6.666, 6.835, dan 6.916 pada hari ini. Ia merekomendasikan saham JPFA, MDKA, PGAS, dan UNVR.
Sebelumnya, IHSG ditutup pada level 6.525 pada perdagangan Jumat (21/8) sore, dengan kenaikan 24,10 poin atau 0,37 persen dari hari sebelumnya. Investor pada pekan lalu melakukan transaksi senilai Rp17,42 triliun dengan total 58,08 miliar saham diperdagangkan. Dari total saham yang diperdagangkan, 319 saham menguat, 294 saham terkoreksi, dan 178 saham stagnan.