bytedaily
Selasa, 18 Agustus 2026 - 05:10 WIB

Analis Proyeksikan IHSG Lanjutkan Penguatan dengan Potensi Koreksi Jangka Pendek

Redaksi 11 Agustus 2026 7 views
Analis Proyeksikan IHSG Lanjutkan Penguatan dengan Potensi Koreksi Jangka Pendek
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan tren penguatannya pada perdagangan hari Selasa (11/8). Namun, potensi koreksi dalam jangka pendek tetap perlu dicermati.

Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan IHSG berpeluang menguji area 6.440 hingga 6.544. Meskipun demikian, ia mengingatkan adanya kemungkinan koreksi lanjutan ke kisaran 6.308-6.360. Rentang pergerakan IHSG hari ini diproyeksikan berada di antara support 6.319, 6.201 dan resistance 6.454, 6.599. Herditya merekomendasikan saham DSSA, ESSA, HRTA, dan WIFI.

Senada dengan itu, Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, juga memperkirakan IHSG masih memiliki peluang untuk menguat setelah berhasil menembus level resistance 6.459 pada perdagangan sebelumnya. Penembusan ini membuka jalan bagi IHSG untuk mencapai target Fibonacci di 6.545. Tren jangka pendek IHSG dipandang masih positif selama bertahan di atas level 6.300.

Ivan memprediksi IHSG akan bergerak di antara level support 6.300, 6.212, 6.138, 6.020 dan resistance 6.545, 6.700, 6.835. Saham yang direkomendasikan oleh Ivan antara lain BUMI, INCO, KLBF, dan MEDC.

Sebelumnya, IHSG ditutup melemah 0,69 persen atau 44,28 poin ke level 6.356 pada perdagangan Senin (10/8) sore. Pada penutupan tersebut, tercatat transaksi sebesar Rp18,19 triliun dengan 46,95 miliar saham diperdagangkan. Sebanyak 287 saham menguat, 329 saham terkoreksi, dan 180 saham lainnya stagnan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.