bytedaily
Selasa, 18 Agustus 2026 - 04:54 WIB

Vietnam Susul Indonesia Jadi Pasar Penerbangan Terbesar Kedua di Asia Tenggara

Redaksi 18 Agustus 2026 1 views
Vietnam Susul Indonesia Jadi Pasar Penerbangan Terbesar Kedua di Asia Tenggara
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Vietnam kini menempati posisi kedua sebagai pasar penerbangan komersial terbesar di Asia Tenggara berdasarkan jumlah kursi yang tersedia pada Agustus, menyusul Indonesia yang tetap memimpin. Vietnam berhasil mengungguli Thailand yang kini berada di peringkat ketiga.

Pada Agustus, Vietnam mencatat 7,3 juta kursi, menunjukkan pertumbuhan sebesar 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini merupakan yang tercepat di antara pasar penerbangan Asia Tenggara yang dianalisis oleh OAG, sebuah penyedia data penerbangan global.

Menurut OAG, peningkatan kapasitas penerbangan di Vietnam mencerminkan tingginya minat masyarakat untuk melakukan perjalanan baik di dalam negeri maupun ke luar negeri. Keberadaan beberapa bandara besar yang tersebar di berbagai wilayah juga berkontribusi pada distribusi permintaan yang lebih merata, memberikan peluang bagi maskapai untuk mengembangkan rute dan frekuensi penerbangan.

Selain itu, kerja sama yang erat antara pelaku usaha pariwisata dan maskapai penerbangan di Vietnam, termasuk pemesanan kursi dalam jumlah besar oleh agen perjalanan dan operator tur serta kampanye promosi bersama, turut mempercepat terisinya penerbangan dan memperkuat konektivitas pasar. Pengembangan destinasi baru juga membuka potensi perluasan jaringan udara internasional Vietnam.

Sementara itu, Thailand mencatat 7,2 juta kursi, mengalami penurunan 1,7 persen dibandingkan tahun lalu, yang menyebabkan negara tersebut tergeser oleh Vietnam. Indonesia sendiri tetap menjadi pasar penerbangan terbesar dengan 11 juta kursi, naik 4,3 persen dari tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, kapasitas maskapai di Asia Tenggara pada Agustus mengalami kenaikan tipis sebesar 0,8 persen menjadi 51 juta kursi. Kapasitas domestik naik 1,4 persen, sementara kapasitas internasional relatif stagnan dengan peningkatan hanya 0,4 persen.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.