bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, final Gulf Cup 2026 antara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) di Jeddah diwarnai insiden pelemparan botol oleh suporter tuan rumah kepada pemain dan ofisial UEA, Rabu (7/10).
Bertanding di King Abdullah Sports City, Arab Saudi menang 2-0 melalui gol Hammam Al Hammami pada menit ke-11 dan Firas Al Buraikan dua menit kemudian. UEA gagal membalas, sehingga Arab Saudi memastikan gelar Piala Teluk untuk keempat kalinya.
Menjelang akhir pertandingan, terjadi insiden lain ketika pemain cadangan UEA Khaled Al Dhanhani mendorong hakim garis. Peristiwa itu bermula setelah hakim garis menyatakan S Mohamed Abdalla Alamiri melakukan handball, keputusan yang diprotes Alamiri.
Wasit asal Maroko, Jalal Jayed, mengeluarkan kartu merah untuk Al Dhanhani. Pemain yang belum masuk lapangan itu kemudian meninggalkan bangku cadangan sambil membawa sepatu.
Insiden tersebut memicu kemarahan suporter Arab Saudi yang melemparkan botol ke arah pemain dan ofisial UEA. Beberapa botol mengenai mereka, sementara dalam sejumlah kesempatan pemain UEA terlihat melemparkan botol kembali ke arah penonton di belakang bangku cadangan.
Pemain belakang Arab Saudi Abdulelah Al Amri berupaya menenangkan suporter, tetapi kiper Mohammed Al Owais menghalanginya. Seusai peluit panjang, suporter UEA juga melemparkan botol ke arah Al Owais, yang gawangnya pada babak kedua berada di depan tribune pendukung UEA. Gelar Gulf Cup 2026 menjadi yang pertama bagi Arab Saudi sejak 2003.