bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Ardana Cikal Damarwulan telah membuktikan bahwa panjat tebing Indonesia memiliki potensi juara di nomor boulder, tidak hanya terbatas pada nomor speed yang selama ini menjadi andalan.
Cikal berhasil menyabet medali emas pada nomor boulder putra U-17 dalam ajang Asia Youth Championship Guiyang 2026 yang diselenggarakan pada Sabtu (22/8). Di babak final, atlet berusia 16 tahun ini mengumpulkan total poin 69,7. Perolehan poin tersebut menempatkannya di posisi teratas, unggul 0,5 poin dari atlet Jepang, Nakayama Takumi, yang berada di peringkat kedua. Atlet Korea Selatan, Choi Jung Yoon, menempati peringkat ketiga dengan poin yang sama dengan Takumi.
Penampilan Cikal di babak final sangat impresif, berbeda dengan babak sebelumnya di mana ia hanya menduduki peringkat ketujuh. Keberhasilan Cikal meraih emas di kejuaraan junior di Tiongkok ini menjadi indikasi kuat bahwa Indonesia memiliki bibit unggul di nomor boulder.
Pelatih Judistiro menyatakan kebanggaannya atas pencapaian tersebut, "Tentu saja kami senang karena atlet kami bekerja keras untuk membuktikan bahwa di nomor boulder kami juga kompetitif." Senada dengan itu, Sekretaris Umum PP Federasi Panjat Tebing Indonesia, Pristiawan Buntoro, menambahkan, "Keberhasilan Cikal ini merupakan jawaban atas pertanyaan tentang bagaimana kita terus meningkatkan kemampuan atlet di nomor boulder."
Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) mengirimkan total 13 atlet muda ke Asia Youth Championship Guiyang 2026, yang terdiri dari enam atlet putra dan tujuh atlet putri. Mereka berkompetisi di berbagai nomor, termasuk lead U17 putra dan putri, boulder U17 putra dan putri, speed perorangan U17 putra dan putri, speed relay U17 putra dan putri, lead U19 putra dan putri, boulder U19 putra dan putri, speed perorangan U19 putra dan putri, serta speed relay U19 putra. Cikal sendiri berpartisipasi dalam dua nomor, yaitu boulder U17 putra dan lead U17 putra.