bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, atlet panjat tebing muda Indonesia, Ardana Cikal Damarwulan, membeberkan kunci keberhasilannya meraih medali emas pada nomor boulder di Kejuaraan Panjat Tebing Asia Junior 2026 di Guiyang, China. Perolehan emas ini sekaligus membuktikan bahwa Indonesia tidak hanya unggul di nomor speed, tetapi juga mampu berprestasi di nomor boulder.
Cikal, yang usianya belum genap 16 tahun, berhasil mengungguli para pesaingnya dengan meraih poin 69,7, selisih 0,5 poin dari peringkat terdekat. Ia mengungkapkan bahwa persiapannya jelang kompetisi tingkat kontinental ini meliputi simulasi di pemusatan latihan nasional (pelatnas) serta latihan menyelesaikan jalur-jalur sulit.
Meskipun meraih gelar juara, Cikal menyadari masih banyak aspek yang perlu ditingkatkan, terutama dalam hal kekuatan fisik (strength) dan kemampuan menyelesaikan jalur yang membutuhkan keseimbangan (slab). Ia bertekad untuk terus memperbaiki performanya di masa mendatang.
Perlu diketahui, nomor boulder berbeda dengan nomor speed. Jika speed mengadu kecepatan memanjat dinding 15 meter, boulder yang berlangsung di tembok setinggi 4-5 meter justru mengukur kemampuan atlet dalam memecahkan masalah rute terbanyak dalam batasan waktu yang ditentukan. Durasi waktu ini bervariasi antara babak kualifikasi, semifinal, dan final.
Kejuaraan Panjat Tebing Asia 2026 yang diikuti oleh 13 atlet muda Indonesia, terdiri dari enam putra dan tujuh putri, masih akan berlangsung hingga 26 Agustus. Kontingen Merah Putih berkompetisi di berbagai nomor, termasuk lead, boulder, dan speed, baik untuk kategori U17 maupun U19.