bytedaily
Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:42 WIB

Aturan Uni Eropa Paksa Google Buka Akses AI Pesaing di Android

Redaksi 17 Juli 2026 10 views
Aturan Uni Eropa Paksa Google Buka Akses AI Pesaing di Android
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Google akan diwajibkan untuk membuka sejumlah fitur penting pada sistem operasi Android. Kebijakan ini bertujuan agar layanan kecerdasan buatan (AI) dari pesaing, termasuk OpenAI, dapat mengakses fitur-fitur tersebut.

Langkah ini merupakan implementasi dari Digital Markets Act (DMA) yang dikeluarkan oleh Uni Eropa (UE) untuk membatasi dominasi perusahaan teknologi besar. Komisi Eropa mengumumkan rincian kewajiban ini setelah melakukan evaluasi kepatuhan Google terhadap DMA selama enam bulan.

Regulator menilai pembukaan akses ini penting untuk menciptakan persaingan yang lebih setara di ranah AI dan mesin pencari. Salah satu ketentuan utama adalah Google harus membuka 11 fitur di Android yang sebelumnya hanya digunakan oleh layanan internalnya, seperti Gemini. Dengan demikian, asisten AI dari perusahaan lain nantinya dapat diaktifkan melalui perintah suara, setara dengan perintah "Hey Google". Contohnya, pengguna dapat meminta asisten AI pilihan untuk memesan taksi atau mencari informasi lokasi.

Fitur-fitur ini dijadwalkan tersedia bagi pengguna mulai Juli 2027 melalui versi Android selanjutnya, namun hanya bagi perusahaan yang memenuhi persyaratan keamanan dan privasi yang ketat. Komisi Eropa menegaskan bahwa aturan ini telah dilengkapi dengan pengamanan untuk menjaga keamanan perangkat dan data pengguna.

Selain akses ke fitur Android, Google juga diwajibkan untuk membagikan data yang selama ini digunakan untuk mengoptimalkan layanan mesin pencarinya kepada OpenAI dan pengembang chatbot AI lain yang memiliki fungsi pencarian. Data yang dibagikan harus sudah dianonimkan. Google tetap memiliki kewenangan untuk mengevaluasi potensi risiko keamanan siber dan perlindungan data dari perusahaan yang meminta akses.

Skema pembagian data ini akan dimulai pada Januari tahun depan, dengan formula biaya akses yang telah ditetapkan oleh Komisi Eropa. Komisioner Teknologi Uni Eropa, Henna Virkkunen, menyatakan bahwa kebijakan ini diharapkan dapat memunculkan alternatif bagi Google Search dan layanan AI Google seperti Gemini, sehingga memberikan lebih banyak pilihan layanan bagi pengguna di Uni Eropa.

Namun, pihak Google melalui penasihat hukumnya, Kent Walker, menyampaikan kekhawatiran bahwa perubahan yang diwajibkan oleh Uni Eropa ini berisiko melemahkan perlindungan privasi dan keamanan bagi jutaan pengguna di Eropa. Walker mengklaim bahwa Google telah mengajukan berbagai solusi yang diklaim mampu menjaga keamanan pengguna sekaligus memenuhi tujuan DMA, namun keputusan regulator dianggap mengabaikan bukti-bukti tersebut.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.