bytedaily
Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:33 WIB

Mahasiswa UGM Ciptakan Sistem Pembayaran Digital Berbasis Sidik Jari Bernama Polpay

Redaksi 21 Agustus 2026 1 views
Mahasiswa UGM Ciptakan Sistem Pembayaran Digital Berbasis Sidik Jari Bernama Polpay
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, sejumlah mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) telah berhasil mengembangkan sebuah sistem pembayaran digital yang memanfaatkan teknologi biometrik sidik jari. Sistem inovatif ini diberi nama Polpay.

Pengembangan Polpay dilakukan dengan mengintegrasikan sensor sidik jari langsung dengan teknologi Electric Data Capture (EDC). Hal ini memungkinkan pengguna untuk melakukan otentikasi biometrik secara langsung pada saat melakukan transaksi.

Seluruh data biometrik pengguna akan diproses menggunakan teknologi edge computing. Sebelum dikirimkan ke server untuk pemrosesan lebih lanjut melalui protokol SSL/TLS, data tersebut akan dienkripsi terlebih dahulu menggunakan algoritma Advanced Encryption Standard 256-bit (AES-256).

Tim di balik pengembangan Polpay terdiri dari Tiara Ramadhani (ketua tim), Al Farabi Obiansyah, Marcelino Budi Prakasya, M. Fakhri Ghonim Styanda, dan M. Rakhma Aifil Indira. Menurut Tiara, Polpay hadir sebagai alternatif sistem pembayaran biometrik yang lebih ekonomis jika dibandingkan dengan teknologi biometrik lain yang umumnya memerlukan infrastruktur mahal.

"Melalui inovasi ini, diharapkan masyarakat dapat menikmati pengalaman pembayaran yang lebih praktis dan aman, serta tidak lagi bergantung pada kartu maupun perangkat seluler," ujar Tiara, mengutip laman resmi UGM.

Tiara menambahkan bahwa desain Polpay sejalan dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030 yang digagas oleh Bank Indonesia. Gagasan awal inovasi ini muncul karena belum adanya sistem pembayaran berbasis biometrik sidik jari di Indonesia.

Selama proses pengembangan, tim menghadapi berbagai tantangan, termasuk memastikan keamanan sistem yang tinggi. Al Farabi menjelaskan, "Tantangan utama dalam pembuatan Polpay adalah memastikan seluruh sistem yang ada memiliki tingkat keamanan yang tinggi." Ia juga mengakui adanya beberapa celah dalam perlindungan data yang perlu terus dikembangkan.

Sementara itu, Fakhri menyoroti tantangan biaya dalam pengembangan Polpay, mengingat targetnya adalah sistem pembayaran yang terjangkau. "Kami harus memutar otak untuk mencari solusi agar teknologi edge computing yang kami gunakan tetap dapat diterapkan dengan biaya yang terjangkau," ungkapnya.

Saat ini, Polpay telah berhasil mendapatkan pendanaan dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Karsa Cipta dan tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang akan diselenggarakan oleh Universitas Diponegoro pada bulan November.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.