bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari menyatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan mengalami efisiensi anggaran. Hal ini merupakan konsekuensi dari upaya perbaikan tata kelola program yang sedang dilakukan.
Agustina menjelaskan bahwa perbaikan tata kelola, termasuk peninjauan skema insentif agar lebih adil dan refocusing anggaran, secara otomatis akan menghasilkan efisiensi. Meskipun demikian, ia belum dapat merinci besaran pasti efisiensi anggaran tersebut. Namun, ia memastikan bahwa angka anggaran MBG sudah jauh berkurang dari estimasi awal Rp268 triliun.
Sebelumnya, alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 untuk BGN mencapai Rp268 triliun, di mana 93 persennya dialokasikan untuk Bantuan Pemerintah dalam Program MBG.
Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menargetkan penyelesaian persoalan dalam program MBG dalam satu bulan ke depan. Zulhas menyatakan akan mengkaji secara mendalam berbagai isu, termasuk potensi penyalahgunaan, kelayakan penerima, dan kendala administrasi seperti belum adanya Surat Perintah Pembayaran Ganti Uang Persediaan (SPPG).