bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, pengembangan ekosistem investasi di Indonesia Timur dinilai krusial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. North Sulawesi Investment Group (NSIG) berkomitmen untuk memperkuat konektivitas antara peluang usaha dan investor melalui berbagai strategi.
NSIG, yang beroperasi di bawah PT Nusantara Sinergi Investama Global (PT NSIG), berfokus pada peningkatan investasi di Sulawesi Utara dan kawasan Indonesia Timur dengan menekankan pada tata kelola yang baik, kepatuhan hukum, dan pembangunan berkelanjutan.
Managing Director NSIG, Corry Angelica Waleleng, menjelaskan bahwa Indonesia Timur memiliki kekayaan sumber daya alam dan potensi investasi yang signifikan. Namun, ia menekankan pentingnya ekosistem yang memadai untuk menghubungkan investor dengan peluang yang sesuai, serta memastikan investasi memberikan manfaat jangka panjang bagi daerah.
Corry menyatakan bahwa NSIG hadir untuk memberikan solusi melalui pendampingan investasi yang profesional dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah untuk memastikan investasi yang masuk ke Indonesia Timur, khususnya Sulawesi Utara, tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga mempertimbangkan aspek hukum, sosial, dan lingkungan.
Layanan pendampingan investasi yang ditawarkan NSIG mencakup skema business to business (B2B) dan business to government (B2G). Layanan ini didukung oleh riset potensi daerah, penyusunan analisis investasi, dan penyelenggaraan forum business matching untuk mempertemukan investor dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha.
Melalui riset yang komprehensif, NSIG berupaya memetakan peluang investasi secara lebih akurat agar investasi yang masuk tidak hanya strategis secara komersial, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
NSIG memfokuskan dukungannya pada sektor-sektor strategis seperti pertanian, perikanan, ekonomi kreatif, pariwisata, penyedia jasa, pertambangan, dan infrastruktur. Selain itu, lembaga ini juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai bagian dari pengembangan investasi jangka panjang.
Untuk memperluas jejaring internasional, NSIG telah menyelenggarakan pertemuan bisnis di Shenzhen, China, pada 2 Juli 2026. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan peluang investasi Sulawesi Utara kepada mitra bisnis internasional dan menjajaki kerja sama dengan perusahaan-perusahaan China serta firma hukum internasional.
Corry menambahkan bahwa minat investor internasional terhadap Indonesia terus meningkat, terutama pada sektor yang berpotensi untuk pengembangan industri berbasis sumber daya alam. Ia menekankan pentingnya investasi berkualitas yang menciptakan nilai tambah bagi daerah, serta kemitraan dengan investor yang memiliki visi pembangunan jangka panjang, termasuk dalam pengembangan industri kelapa dan sektor unggulan lainnya di Sulawesi Utara.
Ke depan, NSIG membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, asosiasi dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga keuangan, dan organisasi pembangunan internasional. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat iklim investasi, meningkatkan daya saing daerah, dan membuka peluang investasi lebih lanjut.