bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Apple secara resmi mengumumkan adanya penyesuaian harga untuk layanan penyimpanan awan mereka, iCloud Plus, di beberapa negara termasuk Indonesia. Kenaikan harga ini berlaku di delapan negara, yaitu Nigeria, Turki, Vietnam, Jepang, Mesir, Selandia Baru, Filipina, dan Indonesia.
Besaran kenaikan harga bervariasi, mulai dari 11 persen hingga 55 persen, tergantung pada paket yang dipilih dan negara masing-masing. Apple tidak memberikan penjelasan spesifik mengenai alasan di balik penyesuaian harga ini. Namun, berdasarkan laporan MacRumours, fluktuasi nilai tukar mata uang diduga menjadi pemicu utama. Sebagai ilustrasi, pelemahan nilai tukar Yen Jepang terhadap Dolar AS dalam setahun terakhir, serta depresiasi Lira Turki, berimplikasi pada penguatan nilai Dolar AS secara relatif.
Penyesuaian harga ini mencakup hampir seluruh paket berbayar iCloud Plus, mulai dari kapasitas 200 GB hingga 12 TB. Kenaikan nominal terbesar tercatat pada paket 12 TB, yang mengalami peningkatan sebesar Rp200.000 per bulan, dari Rp999.000 menjadi Rp1.199.000.
iCloud Plus sendiri merupakan layanan berlangganan premium dari Apple yang menawarkan perluasan kapasitas penyimpanan awan. Layanan ini menyediakan ruang penyimpanan yang lebih besar untuk keperluan cadangan data, foto, video, dan berbagai jenis file lainnya. Selain itu, iCloud Plus juga dibekali dengan fitur privasi seperti iCloud Private Relay, Hide My Email, dan dukungan untuk HomeKit Secure Video. Perlu diketahui bahwa pengguna perangkat Apple secara default mendapatkan ruang penyimpanan gratis sebesar 5 GB.