bytedaily
Senin, 27 Juli 2026 - 01:46 WIB

BGN Lakukan Perbaikan Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis, Anggaran Berpotensi Dipangkas

Redaksi 22 Juli 2026 16 views
BGN Lakukan Perbaikan Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis, Anggaran Berpotensi Dipangkas
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Gizi Nasional (BGN) akan melaksanakan penyisiran ulang atau refocusing terhadap penerima manfaat program makan bergizi gratis (MBG). Langkah ini diambil berdasarkan arahan dari Presiden Prabowo Subianto yang meminta BGN untuk memperbaiki tata kelola program tersebut dalam kurun waktu satu bulan.

Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menyatakan bahwa penyisiran ulang penerima manfaat MBG yang saat ini berjumlah 62,7 juta jiwa akan berdampak pada penurunan anggaran. Ia meyakini bahwa dengan hasil penyisiran tersebut, anggaran akan menyesuaikan secara otomatis.

Sekretaris Utama BGN, Lili Khamiliyah, menambahkan bahwa anggaran MBG berpotensi mengalami pemangkasan dari semula Rp268 triliun menjadi Rp229 triliun pada tahun 2026. Namun, ia menekankan bahwa perhitungan efisiensi anggaran ini masih bersifat sementara, seiring dengan upaya perbaikan tata kelola program selama satu bulan ke depan.

Lili menjelaskan bahwa salah satu sumber potensi efisiensi anggaran adalah melalui penyisiran ulang penerima manfaat. Upaya ini dilakukan untuk menyusun kembali berbagai aspek yang akan memengaruhi pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar dapat berjalan secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN, Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea, menguraikan bahwa pihaknya akan mengkaji ulang seluruh data dan tata kelola, termasuk penerima manfaat MBG. BGN akan menetapkan indikator utama untuk pencapaian target penerima manfaat yang diharapkan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.