bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memilih untuk bersikap rendah hati setelah menerima pujian atas kinerjanya dari Presiden Prabowo Subianto. Bahlil menyatakan bahwa Presiden memiliki hak prerogatif penuh untuk memberikan penilaian kepada seluruh anggota kabinetnya, sehingga ia tidak ingin mengomentari lebih lanjut mengenai skor yang diberikan.
"Ya, terkait dengan skor, itu kan yang mempunyai kewenangan prerogatif untuk menilai semua anggota kabinetnya adalah Bapak Presiden. Jadi, saya enggak boleh mengomentari apapun dari apa yang diberikan. Saya pikir nilai berapapun itulah hak Bapak Presiden. Saya menerima sebagai orang yang dinilai," ujar Bahlil usai acara Peluncuran dan Bedah Buku "10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia" di Jakarta Pusat, Jumat (7/8).
Lebih lanjut, Bahlil menceritakan bahwa ia sering diremehkan dalam perjalanan hidupnya, namun ia memilih untuk menanggapinya melalui prestasi dan kerja keras. "Kita harus menjawab itu dengan kerja tanpa menyerah untuk kebaikan rakyat, bangsa, dan negara," katanya.
Dalam acara tersebut, Bahlil juga meluncurkan 10 buku yang merupakan hasil kolaborasi tim selama menjabat di Kementerian Investasi/BKPM hingga posisinya saat ini di Kementerian ESDM. Ia berharap buku-buku tersebut dapat menjadi sumber inspirasi dan menekankan bahwa latar belakang pendidikan dari universitas ternama bukanlah satu-satunya penentu kualitas seseorang. "Bagi saya, kampus itu tidak menjamin kualitas seseorang. Yang menjamin kualitas seseorang itulah orang itu sendiri. Jadi, karya itu tergantung dari seberapa besar kemampuan orang, individu, untuk melakukan secara sungguh-sungguh dengan sesuatu yang baik, yang dampaknya untuk rakyat bangsa negara," jelas Bahlil.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya memuji kinerja Bahlil sebagai Menteri ESDM yang dinilai berhasil menjaga stabilitas harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di tengah gejolak geopolitik global. Prabowo mengapresiasi Indonesia yang tetap tenang dalam mengelola energi, tidak seperti negara lain yang panik dan menaikkan harga BBM. "Karena Menteri ESDM dan Pertamina bagus mengelola energi kita, kita bisa menjaga BBM yang disubsidi masih kita tidak naikkan. Walaupun banyak negara lain sudah agak panik, Indonesia masih cool, masih tenang," ujar Prabowo.
Presiden Prabowo juga meminta Bahlil untuk melanjutkan pengabdiannya dan memberikan rapor memuaskan atas kinerjanya. Jika dikonversi menjadi nilai, Bahlil disebut mendapatkan nilai 88-89, yang dianggapnya sudah sangat baik mengingat nilai sempurna hanya milik Tuhan Yang Maha Kuasa. Prabowo menambahkan bahwa masih ada kesempatan untuk terus memperbaiki kinerja karena pemerintahan baru berjalan setengah periode.